Ketik pencarian yang Anda inginkan

AWAS..! MUTASI VIRUS COVID 19 TELAH MASUK DI INDONESIA



Hingga akhir 2020, pandemi COVID- 19 masih melanda sebagian besar penduduk dunia. Beberapa negara yang pada awalnya nampak mampu meredam pandemi ini, di akhir tahun 2020 kembali kewalahan mengalami serbuan SARS- CoV- 2 pemicu COVID- 19.

SARS-CoV-2 merupakan virus corona yang telah bermutasi sebagai varian terbaru. Mutasi virus corona ini pertama kali ditemukan pada bulan September dan telah mengalami beberapa kali mutase. Pada November, ditemukan bahwa sekitar seperempat kasus di London merupakan varian baru, dan hampir 2 pertiga kasus pada pertengahan Desember merupakan kasus dengan varian baru ini. Publik dibuat kaget dengan meningkatnya secara drastis jumlah kasus COVID- 19 yang signifikan di sana pada bulan Desember 2020 tersebut. Apa sebabnya? Ternyata, menurut hasil analisa genom virus corona, ada sekelompok mutasi ataupun varian baru pada lebih 50 persen kasus COVID- 19 di Inggris.

Menurut Perdana Menteri Boris Johnson, mutasi virus corona ini diprediksi meningkatkan transmisi antar manusia hingga dengan 70 persen. Hingga saat ini, belum terdapat fakta ilmiah yang menunjukkan bahwa mutasi virus corona terbaru di Inggris ini lebih mematikan daripada varian virus sebelumnya. Tetapi, sampai saat ini para pakar masih terus memantau serta mempelajari varian terbaru virus corona.

Hal yang perlu ditegaskan, mutasi virus corona terkini ini lebih menular. Maksudnya, menginfeksi lebih cepat, sehingga lebih banyak orang akan terinfeksi yang berakibat sksn lebih banyak orang memerlukan perawatan rumah sakit. Peningkatan transmisi sebelumnya saja telah cukup membuat pusing permasalahan dirumah sakit.

Beberapa negara sudah menemukan adanya mutasi virus corona ini yang jadi pemicu penyebaran Covid- 19.Setelah mutasi virus corona di Inggris serta Afrika Selatan yang pernah menghebohkan dunia, di Inggris varian ini ditemukan diseluruh wilayah kecuali Irlandia Utara, tetapi sangat terkonsentrasi di London, Inggris Tenggara dan Inggris Timur. saat ini giliran Jepang yang mengumumkan perihal temuan yang sama Departemen Kesehatan Jepang menyatakan kalau mutasi virus di negaranya berasal dari 4 turis asal Brasil. Hingga kini, apakah belum adanya laporan penemuan varian virus ini di dalam negeri ? Menurut Wamenkes dr. Dante Saksono, seperti dikutip health.detik.com. dikatakan bahwa dua kasus varian Corona Inggris B117 yang merupakan varian mutasi telah ditemukan di Indonesia saat ini, tepat setahun sejak ditemukanya 2 kasus covid –19 pertama di Indonesia.

Virus yang menyebar lebih cepat ini juga dilaporkan sudah mencapai negara tetangga, yaitu SingapuraVarian baru virus  yang ditemui di Jepang saat ini sedang diteliti lebih lanjut oleh National Institute of Infectious Diseases( NIID).Pimpinan NIID, Takaji Wakita, berkata kepada media kalau sampai saat ini, belum terdapat fakta yang menunjukkan mutasi virus corona di Jepang asal Brasil mempunyai tingkatan penularan lebih besar.

Analisis awal dari varian mutasi virus corona baru sudah diterbitkan, paling tidak ada 17 tipe mutasi terbaru. Salah satu jenisnya disebut N501Y yang diketahui sebagai" receptor- binding domain". Tidak hanya itu, terdapat pula tipe yang lain seperti A570D, D614G, P681H, T716I, S982A, serta D1118H.

Mengutip dari Times of India, National Health Service( NHS) yang menyoroti gejala Covid- 19 yang sering dirasakan penderita saat terinfeksi virus corona tipe baru ini. Tidak hanya indikasi umum Covid- 19 seperti demam, batuk kering, serta hilangnya indra penciuman dan perasa, terdapat 7 indikasi lain yang berhubungan dengan varian baru corona. Berikut 7 indikasi infeksi virus corona oleh varian baru:

  1. Kelelahan
  2. Kehilangan selera makan
  3. Sakit kepala
  4. Diare
  5. Kebingungan
  6. Nyeri otot
  7. Ruam kulit.
Bila Anda mengalami gejala tersebut ataupun gejala apa pun terkait Covid- 19, jangan ambil resiko. Segeralah lakukan isolasi serta lakukan tes covid uji, ucap periset dari Kings College.