Ditinjau oleh: dr. Daniel Winatakusuma, M.Biomed
Saat mendengar istilah ‘obat generik,’ kebanyakan orang akan menganggapnya sebagai obat murah yang khasiatnya kurang ampuh untuk mengatasi berbagai macam penyakit. Benarkah demikian? Faktanya, kualitas obat generik sama dengan obat paten. Lalu apa yang membedakan obat generik dan obat paten? Apa benar kualitasnya benar-benar sama?
Pengertian Obat Paten
Obat paten hanya diproduksi oleh perusahaan farmasi yang memiliki hak paten atas obat tersebut. Pemasarannya pun hanya boleh dilakukan oleh perusahaan yang sama. Pada umumnya, obat paten adalah obat baru, yang sudah melalui serangkaian uji klinis sebelum dipasarkan.
Hak paten obat biasanya memiliki jangka waktu selama 20 tahun. Selama 20 tahun tersebut, perusahaan lain tidak diperbolehkan memproduksi jenis obat yang sama, tanpa izin dari pemegang hak paten. Setelah lewat 20 tahun, perusahaan tersebut bisa memperpanjang masa hak paten. Kalau tidak diperpanjang, maka jenis obat tersebut bisa diproduksi oleh perusahaan lain.
Pengertian Obat Generik
Obat generik adalah obat yang masa patennya sudah habis, karena itu bisa diproduksi oleh banyak perusahaan farmasi dalam waktu yang bersamaan. Soal kualitas dan efektivitas, secara umum obat generik sama saja dengan obat paten. Harganya memang lebih murah, karena tidak perlu membeli hak paten untuk memproduksinya.
Perbedaan Obat Generik dan Obat Paten

Selain beda karena produksinya yang berdasarkan kepemilikan hak paten, ada juga beberapa perbedaan lain antara obat generik dan obat paten. Antara lain adalah:
- Perbedaan kemasan; setelah hak paten lewat masanya, maka perusahaan lain boleh memproduksi obat dengan kemasan yang berbeda, sesuai kebijakan masing-masing perusahaan.
- Perbedaan warna dan bentuk; sama dengan kemasan, warna dan bentuk obat juga bisa diubah, selama tidak mempengaruhi kualitas dan manfaat obat.
- Perbedaan bahan aktif; setelah masa hak paten habis, perusahaan farmasi boleh menambahkan bahan aktif lain yang aman dan tidak mengubah kualitas obat. Bahan aktif ini harus diuji dulu oleh otoritas internasional supaya terjaga keamanannya. Biasanya bahan aktif ditambah untuk menambah rasa obat.
- Perbedaan harga; produsen obat paten harus membayar hak paten jadi harga jual obatnya lebih mahal. Sedangkan obat generik tidak perlu biaya paten, jadi harga jualnya pun bisa dibuat lebih murah.
Kesamaan Obat Generik dan Obat Paten

Yang pasti, obat generik harus memiliki kandungan dasar yang sama dengan kandungan jenis obat tersebut saat masih memiliki hak paten. Selebihnya, perusahaan boleh menambahkan warna dan bahan aktif yang aman dan tidak merusak manfaat obat. Bentuk dan kemasan juga boleh berbeda. Jadi kesimpulannya, manfaat obat generik dan obat paten sama.
Jika ada anggapan bahwa obat generik kualitasnya di bawah obat paten, itu tidak benar. Kandungan dan fungsinya sama, jadi kualitasnya jelas sama. Kesamaan obat generik dan obat paten berikutnya adalah efek sampingnya. Seperti yang kita tahu, tiap obat mungkin memiliki efek samping yang dialami penggunanya. Seperti mudah mengantuk pada obat flu dan batuk. Obat generik dan obat paten yang kandungannya sama persis tentu memiliki efek samping yang sama pula. Tidak mungkin obat paten risiko efek sampingnya lebih rendah.
Jadi bisa disimpulkan bahwa kualitas obat generik sama saja dengan obat paten. Yang membedakan hanya ada hak paten atau tidak. Inilah yang menyebabkan adanya perbedaan harga. Untuk khasiat dan efek samping, sama saja.
Itu dia perbedaan persamaan antara obat generik dan obat paten. Jika Anda tertarik membaca artikel yang berkaitan dengan kesehatan, bisa langsung mengunjungi website HJ dan temukan topik yang ingin Anda ketahui!
Referensi:










