Kolesterol sebenarnya dibutuhkan tubuh untuk membentuk hormon, vitamin D, serta membran sel. Namun, tidak semua jenis kolesterol baik bagi tubuh. Ada dua jenis kolesterol, yaitu LDL (Low-Density Lipoprotein) atau kolesterol jahat dan HDL (High-Density Lipoprotein) atau kolesterol baik.
Risiko gangguan kesehatan meningkat ketika kadar kolesterol LDL dalam darah terlalu tinggi. Kondisi ini dapat menyebabkan penumpukan plak di pembuluh darah sehingga meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.
Kalau dulu kolesterol sering dianggap sebagai penyakit orang lanjut usia, kini kondisi ini juga semakin banyak ditemukan pada usia muda. Pola makan tinggi lemak jenuh, kelebihan berat badan, kurang aktivitas fisik, kebiasaan merokok, serta gaya hidup yang tidak sehat menjadi beberapa faktor yang meningkatkan risikonya.
Namun, ada satu kebiasaan yang sering dilakukan tanpa disadari dan ternyata juga dapat meningkatkan risiko kolesterol tinggi, yaitu duduk terlalu lama setiap hari.
Kenapa duduk terlalu lama dapat memengaruhi kolesterol?
Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal PLOS One menunjukkan bahwa kebiasaan duduk selama 8 jam atau lebih setiap hari berkaitan dengan profil kolesterol yang kurang sehat, bahkan pada sebagian orang yang rutin berolahraga.
Saat duduk terlalu lama, otot-otot tubuh menjadi lebih jarang bergerak. Akibatnya, proses metabolisme lemak tidak bekerja seoptimal saat tubuh aktif bergerak. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat menurunkan kadar kolesterol baik (HDL) serta meningkatkan risiko gangguan metabolisme lemak yang berhubungan dengan kolesterol tinggi.
Yang perlu diwaspadai, kolesterol tinggi sering kali tidak menimbulkan gejala apa pun. Banyak orang baru mengetahui dirinya memiliki kolesterol tinggi setelah melakukan pemeriksaan kesehatan atau ketika sudah muncul komplikasi, seperti penyakit jantung atau stroke
Lalu, bagaimana cara mencegahnya?
Duduk terlalu lama tidak hanya meningkatkan risiko kolesterol tinggi, tetapi juga dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan lain, seperti obesitas, diabetes tipe 2, hingga penyakit kardiovaskular. Oleh karena itu, jika pekerjaan mengharuskan kamu duduk dalam waktu lama, cobalah beberapa kebiasaan berikut:
- Berdiri atau berjalan ringan setiap 30–60 menit.
- Gunakan tangga dibandingkan lift bila memungkinkan.
- Perbanyak aktivitas fisik ringan, misalnya berjalan saat menerima telepon.
- Penuhi kebutuhan air putih setiap hari.
- Luangkan waktu berolahraga setidaknya 150 menit per minggu.
- Sesekali hampiri rekan kerja secara langsung daripada mengirim pesan atau chat.
Duduk terlalu lama sesekali memang bukan penyebab langsung kolesterol tinggi. Namun, jika menjadi kebiasaan setiap hari dan disertai kurang bergerak, kondisi ini dapat meningkatkan risiko kolesterol tinggi serta berbagai penyakit kronis lainnya. Karena itu, jangan lupa untuk meluangkan waktu bergerak secara rutin agar tubuh tetap sehat.
Sumber:
- Terlalu banyak duduk, waspada 5 penyakit berbahaya ini. Halodoc [Internet]. 2023 [cited 2026 Jul 13]. Available from: https://www.halodoc.com/artikel/terlalu-banyak-duduk-waspada-5-penyakit-berbahaya-ini
- Sudah makan sehat tapi kolesterol tinggi. Hello Sehat [Internet]. 2024 [cited 2026 Jul 13]. Available from: https://hellosehat.com/jantung/kolesterol/sudah-makan-sehat-tapi-kolesterol-tinggi/
- What are the risks of sitting too much? Mayo Clinic [Internet]. 2022 [cited 2026 Jul 13]. Available from: https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/adult-health/expert-answers/sitting/faq-20058005
- Too much sitting hurts even young, active people. University of California [Internet]. 2024 [cited 2026 Jul 13]. Available from: https://www.universityofcalifornia.edu/news/too-much-sitting-hurts-even-young-active-people










