Ditinjau oleh: Dr. Karen Denisa
Sedentary lifestyle atau inactive lifestyle adalah cara hidup seseorang yang minim aktivitas fisik dan lebih banyak duduk atau berbaring, serta minim frekuensi olahraga. Saat ini, sudah semakin banyak orang yang menghabiskan waktu mereka dengan melakukan aktivitas sedentary.
Meski tampak tidak berhubungan, ternyata meningkatkan aktivitas sedentary sangat berhubungan dengan kualitas hidup seseorang. Baca informasi lengkapnya berikut ini. Berdasarkan American Heart Association, sedentary jobs atau pekerjaan yang tidak membutuhkan banyak aktivitas fisik, meningkat hingga 83% sejak tahun 1950. Hal ini secara tidak langsung juga menjadikan sedentary lifestyle lebih banyak dilakukan masyarakat.
Dampak Sedentary Lifestyle
Sedentary lifestyle sangat berpengaruh pada tubuh dan kondisi kesehatan. Berikut ini dampak sedentary lifestyle dan pengaruhnya terhadap faktor risiko terserang penyakit kronis:
- Dampak pada Tubuh
Saat seseorang menjalani gaya hidup tidak aktif dalam jangka waktu panjang, maka dampaknya adalah:
- Tubuh membakar lebih sedikit kalori, sehingga bobot tubuh cenderung bertambah
- Tubuh mungkin akan kehilangan kekuatan dan ketahanan otot karena jarang digunakan
- Tulang berisiko melemah dan kehilangan konten mineralnya
- Sistem metabolisme berisiko terdampak dan tubuh lebih kesulitan dalam memecah lemak dan gula
- Sistem imun tubuh berisiko menurun
- Sirkulasi darah berisiko tidak lancar
- Terjadi ketidakseimbangan hormon.
- Pengaruhnya Terhadap Faktor Risiko Terserang Penyakit Kronis
Menjalani sedentary lifestyle dalam jangka waktu yang cukup lama juga bisa menjadi salah satu penyebab penyakit kronis, seperti:
- Obesitas
- Penyakit jantung, termasuk jantung koroner dan serangan jantung
- Tekanan darah tinggi
- Kolesterol tinggi
- Stroke
- Sindrom metabolisme
- Diabetes melitus tipe 2
- Beberapa jenis kanker tertentu, termasuk kanker payudara, kanker rahim, dan kanker usus besar
- Osteoporosis
- Meningkatnya rasa depresi dan cemas yang berlebihan.
Benarkah Sedentary Lifestyle Bisa Sebabkan Kematian?
Berdasarkan hasil studi yang dilakukan oleh tim di Norwegian University of Science and Technology, Trondheim, orang yang menjalani gaya hidup tidak aktif dalam jangka waktu panjang berisiko 2,7 kali lipat lebih besar mengalami kematian akibat penyakit kardiovaskular dibanding orang yang menjalani gaya hidup aktif dan rutin berolahraga.
Penelitian ini dilakukan kepada 23.416 laki-laki dan perempuan dengan usia di atas 20 tahun, selama kurun waktu lebih dari 22 tahun dan diwawancara pada 3 kurun waktu berbeda, yaitu pada tahun 1984-1986, 1995-1997, dan 2006-2008.
Solusi Agar Terhindar dari Sedentary Lifestyle
Untuk menghindari sedentary lifestyle, tentunya Anda harus menjalani lebih banyak aktivitas fisik. Namun untuk Anda yang belum terbiasa, berikut ini beberapa tips yang bisa dicoba:
- Cara Lebih Aktif di Rumah
Cara untuk lebih aktif di rumah dan sekitarnya adalah:
- Mengerjakan pekerjaan rumah sendiri, mulai dari bersih-bersih, berkebun dan membersihkan halaman.
- Tetap bergerak saat menonton TV. Misalnya menonton sambil yoga, angkat beban ringan, atau naik sepeda statis.
- Olahraga di rumah secara rutin dengan mengikuti video di TV atau internet.
- Jalan kaki di sekitar rumah.
- Sediakan perlengkapan olahraga di dalam rumah, sepertialat fitness maupun perlengkapan yoga untuk pemanasan.
- Cara Lebih Aktif di Tempat Kerja
Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk aktif di tempat kerja adalah:
- Berdiri dari kursi dan jalan-jalan sebentar setidaknya 1 jam sekali.
- Naik tangga dan hindari lift kantor.
- Gunakan sebagian dari jam makan siang untuk jalan kaki di sekitar kantor.
- Lakukan meeting sambil berdiri, tak hanya duduk di ruang rapat.
Perubahan teknologi dan pekerjaan memang seringkali menyebabkan tubuh kurang aktif bergerak. Imbangi hal tersebut dengan lebih banyak melakukan aktivitas fisik di luar jam kerja. Jika merasakan keluhan terkait kurangnya aktivitas fisik, pastikan berkonsultasi dengan dokter dan meminta rekomendasi obat generik yang tepat.
Temukan lebih banyak artikel informatif mengenai gaya hidup sehat hanya di website HJ Generik.
Referensi:
- Medline Plus. Health risks of an inactive lifestyle [Internet]. 2023 [cited October 2023]. Available from: https://medlineplus.gov/healthrisksofaninactivelifestyle.html#:~:text=Having%20a%20sedentary%20lifestyle%20can,higher%20your%20health%20risks%20are
- John Hopkins Medicine. Sitting disease: how a sedentary lifestyle affects heart health [Internet]. 2023 [cited October 2023]. Available from: https://www.hopkinsmedicine.org/health/wellness-and-prevention/sitting-disease-how-a-sedentary-lifestyle-affects-heart-health
- European Society of Cardiology. Sedentary lifestyle for 20 years linked to doubled mortality risk compared to being active [Internet]. 2019 (cited October 2023). Available from: https://www.escardio.org/The-ESC/Press-Office/Press-releases/sedentary-lifestyle-for-20-years-linked-to-doubled-mortality-risk-compared-to-being-active










