Logo HJ - Hexpharm Jaya
Edit Template

Gastroenteritis: Flu Perut yang Tidak Boleh Disepelekan

Sudah pernah dengar istilah Flu Perut? Istilah ini mungkin jarang Anda gunakan tapi pernah mengalaminya. Saat kita mengalami diare dan muntah-muntah, kemungkinan kita mengalami flu perut. Diare dan muntah adalah dua gejala yang biasanya mengarah pada kondisi yang dinamakan gastroenteritis. Sebenarnya apa itu gastroenteritis dan apa pula penyebab dan cara mengatasinya? Simak penjelasannya di bawah ini. 

 

Apa Itu Gastroenteritis? 

Gastroenteritis adalah kondisi saat perut dan usus mengalami iritasi dan meradang. Penyebab seseorang mengalami gastroenteritis pada umumnya karena infeksi virus atau bakteri. Meski disebut flu perut, tapi gastroenteritis tidak sama dengan influenza. Flu atau influenza hanya berdampak pada sistem pernapasan yaitu hidung, kerongkongan, dan paru-paru. Sementara itu, gastroenteritis berdampak pada usus. [1,2]

 

Gejala Gastroenteritis [2]

 Berikut ini beberapa gejala gastroenteritis atau flu perut:

  • Buang air besar berair atau diare, tapi tidak berdarah (kalau diare berdarah, biasanya disebabkan karena infeksi lain yang lebih parah)
  • Mual, muntah, atau keduanya
  • Kram dan sakit perut
  • Nyeri otot atau sakit kepala sesekali
  • Demam ringan.

Tergantung dari penyebabnya, gejala gastroenteritis biasanya berlangsung 1-3 hari setelah terinfeksi. Tingkat gejalanya pun beragam, mulai dari ringan hingga parah. Gejala flu perut biasanya berlangsung selama 1-2 hari saja, tapi terkadang ada yang bisa mengalaminya sampai 14 hari. [2]

Gejala flu perut ini mirip dengan diare, karena itu banyak yang mengira mereka sedang diare saat terinfeksi flu perut. Penyebabnya pun berbeda, karena diare biasanya disebabkan oleh bakteri seperti Clostridioides difficile, salmonella, dan Escherichia coli. Selain itu, diare juga bisa disebabkan oleh parasit. [2]

 

Penyebab Gastroenteritis [1]

Penyebab gastroenteritis yang paling umum adalah virus, 2 virus yang paling utama adalah rotavirus dan norovirus. Ada beberapa cara yang menyebabkan virus penyebab gastroenteritis tersebar, yaitu:

  • Ada kontak dengan orang yang memiliki virus gastroenteritis
  • Terkontaminasi dari makanan atau air
  • Tidak mencuci tangan setelah dari kamar mandi atau mengganti popok. 

Rotavirus adalah penyebab diare yang paling umum di dunia, biasanya menyerang bayi dan anak-anak. Sementara itu, norovirus merupakan penyebab umum gastroenteritis serius. Meskipun tidak sering terjadi, tapi bakteri E. coli dan salmonella juga bisa memicu flu perut. Unggas dan telur setengah matang sering menyebarkan kedua bakteri tersebut. [1] 

Ada juga bakteri lainnya yang bernama shigella, yang menyebar dari satu orang ke orang lainnya, sering kali lewat makanan atau air. Parasit seperti giardia dan cryptosporidium yang ada di kolam renang yang kotor juga bisa menyebabkan flu perut, meskipun tidak sering terjadi. [1] 

Selain penyebab di atas, ada juga penyebab gastroenteritis lainnya yang jarang terjadi, tapi tetap perlu diwaspadai, yaitu [1]:

  • Logam berat (aresenik, timbal, atau merkuri) di dalam air minum
  • Makanan asam seperti buah jeruk dan tomat
  • Racun yang ada di makanan laut tertentu
  • Obat-obatan seperti antibiotik, antasida, obat pencahar, dan obat kemoterapi. 

 

Cara Mengatasi Gastroenteritis

Saat mengalami gastroenteritis, maka biasanya kita akan mengalami dehidrasi karena cairan yang terbuang terus. Berikut ini beberapa cara mengatasi gastroenteritis:

Menghindari Dehidrasi [1]

  • Berikan cairan untuk mengatasi dehidrasi, hubungi dokter supaya tahu dosis yang tepat sesuai usia.
  • Berikan cairan bening sebanyak mungkin pada orang dewasa.
  • Cairan harus diminum secara perlahan, sering, dalam jumlah kecil. Kalau diminum terlalu banyak dan cepat, maka rasa mual akan semakin parah

Saat Gejala Mulai Reda [1]

  • Mulai mengonsumsi makanan secara bertahap.
  • Mulailah dengan makanan yang mudah dikonsumsi dan rasanya hambar seperti biskuit, pisang, roti, nasi, dan daging ayam. 
  • Hindari konsumsi susu, kafein, dan alkohol hingga benar-benar sembuh.

Kapan Harus ke Dokter [1]

  • Segera ke dokter jika anak usia 2 tahun hingga dewasa gejala muntah terjadi selama lebih dari 1 hari atau diare disertai demam bertahan lebih dari 2 hari. Sementara anak di bawah 2 tahun harus segera dibawa ke dokter kalau gejala terus terjadi selama 12 jam. 

Jika tidak terlalu parah, flu perut bisa ditangani sendiri. Tapi pastikan untuk langsung ke dokter saat kondisinya semakin parah. Jangan ragu untuk meminta Obat Generik ke apoteker atau meminta resep Obat Generik dari dokter. Supaya tetap sehat, pastikan baca artikel kesehatan lainnya di website HJ Generik. Salam sehat!

 

Referensi:

  1. WebMD. Gastroenteritis (“stomach flu”). [Internet]. 2021. [cited March 2024]. Available from: https://www.webmd.com/digestive-disorders/gastroenteritis
  2. Mayo Clinic. Viral gastroenteritis (stomach flu). [Internet]. 2022. [cited March 2024]. Available from: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/viral-gastroenteritis/symptoms-causes/syc-20378847

BAGIKAN HALAMAN INI :

ARTIKEL TERBARU

EVENT TERBARU

Edit Template

PT. Hexpharm Jaya Laboratories

Jl. Jend. Ahmad Yani No. 2
Kel. Kayu Putih, Kec. Pulo Gadung, Kota Jakarta Timur
Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13210
(Area PT. Bintang Toedjoe)

PT. Hexpharm Jaya Laboratories

Jl. Jend. Ahmad Yani No. 2
Kel. Kayu Putih, Kec. Pulo Gadung, Kota Jakarta Timur
Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13210
(Area PT. Bintang Toedjoe)

All contents © Copyright PT. Hexpharm Jaya Laboratories 1997-2023. All Rights Reserved. Created by Kreativv.