Jika kamu sering menikmati gorengan, ada baiknya mulai waspada! Meskipun enak dan sulit ditolak, konsumsi gorengan berlebihan dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam tubuh. Tingginya kolesterol ini bisa berujung pada penyakit jantung koroner yang berbahaya.
Penyakit jantung koroner terjadi ketika pembuluh darah arteri koroner, yang berfungsi mengalirkan darah ke jantung, tersumbat akibat timbunan kolesterol. Pada tahap awal, kondisi ini sering kali tidak menimbulkan gejala. Namun, jika penyumbatan semakin parah hingga menutup pembuluh darah sepenuhnya, serangan jantung bisa terjadi. Arteri koroner berperan dalam mengantarkan darah kaya oksigen ke otot jantung. Ketika kolesterol menumpuk di dinding arteri, pembuluh darah menjadi lebih sempit dan kaku, sehingga aliran darah serta pasokan oksigen ke jantung berkurang.2
Hipertensi dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami penyakit jantung koroner. Seseorang dikategorikan memiliki tekanan darah tinggi jika tekanan darah sistoliknya melebihi 140 mmHg dan tekanan darah diastoliknya mencapai 90 mmHg atau lebih. Tekanan darah sistolik menunjukkan saat jantung memompa darah keluar dari bilik jantung, sedangkan tekanan darah diastolik menunjukkan saat jantung dalam kondisi rileks dan kedua bilik jantung diisi kembali oleh darah.1
Kolesterol jahat atau low-density lipoprotein (LDL) berkontribusi terhadap risiko penyakit jantung koroner. Jenis kolesterol ini cenderung menyebabkan penumpukan kolesterol di dinding arteri koroner, sehingga menghambat aliran darah ke jantung.1
Penderita diabetes memiliki risiko dua kali lebih tinggi mengalami penyakit jantung koroner. Hal ini disebabkan oleh penebalan dinding pembuluh darah yang sering terjadi pada penderita diabetes, yang dapat mengganggu kelancaran aliran darah ke jantung.1
Lebih dari 30% kasus serangan jantung terjadi pada perokok aktif. Kandungan nikotin dan karbon monoksida dalam rokok membuat jantung bekerja lebih keras serta meningkatkan risiko pembentukan gumpalan darah di arteri. Selain itu, zat kimia lain dalam rokok dapat mencederai dinding arteri koroner, yang semakin memperbesar risiko penyakit jantung koroner.1
Trombosis atau penggumpalan darah di arteri koroner dapat terjadi akibat peradangan, kadar kolesterol yang tinggi, gula darah tidak terkontrol, serta stres. Kondisi ini dapat menghambat suplai darah yang menuju ke jantung, meningkatkan risiko komplikasi serius.1
Pada tahap awal, ketika plak lemak di arteri koroner masih tipis, penyakit jantung koroner sering kali tidak menimbulkan gejala. Namun, saat jantung bekerja lebih keras, seperti saat berolahraga, gejala seperti nyeri dada yang khas (angina pektoris) bisa muncul.
Jika arteri koroner tersumbat dan aliran darahnya berkurang secara signifikan atau bahkan tersumbat total, kondisi ini dapat memicu serangan jantung dengan gejala berikut2 :
Itulah beberapa informasi penting tentang penyakit jantung koroner. Semoga dengan memahami penyebab, gejala, dan risikonya dapat membantu kamu lebih waspada dalam menjaga kesehatan jantung. Dengan pola hidup sehat, seperti menjaga pola makan, rutin berolahraga, menghindari rokok, dan mengelola stres, risiko penyakit ini bisa dikurangi. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan tenaga medis jika mengalami gejala yang mencurigakan. Jaga kesehatan jantung, karena jantung yang sehat adalah kunci hidup yang lebih berkualitas!
Source: