Ditinjau oleh: dr. Daniel Winatakusuma, M.Biomed
Minum kopi saat perut kosong bikin asam lambung naik, benarkah demikian? Selain itu, ada beberapa hal lain yang juga menjadi penyebab asam lambung naik. Di sisi lain, asam lambung naik juga bisa mengakibatkan seseorang mengalami GERD. Di artikel ini, kita akan membahas faktor apa saja yang menjadi penyebab asam lambung dan berujung pada GERD.
Penyebab Asam Lambung
Asam lambung adalah ketika cairan asam naik ke tenggorokan, terasa pahit dan tidak nyaman, apalagi kalau disertai dengan heartburn dan nyeri di ulu hati. Penyebab umum asam lambung karena pada pita otot di bagian bawah kerongkongan bergerak di atas diafragma, yang disebut sebagai hernia hiatus. Diafragma seharusnya menjaga asam tetap berada di perut. Karena pita otot berada di atas diafragma, asam lalu naik ke kerongkongan dan menjadi gejala GERD.
Dalam kondisi normal, pita otot yang bentuknya melingkar di bawah kerongkongan akan rileks saat kita menelan. Gerakan rileks ini memungkinkan makanan dan minuman mengalir lancar ke perut. Kalau pita otot melemah atau ada gangguan, maka apa yang ditelan bisa naik lagi ke kerongkongan. Naiknya asam ini berisiko menimbulkan radang dan iritasi.
Gejala Asam Lambung
Banyak orang tidak menyadari kalau mereka mengalami asam lambung naik. Berikut ini beberapa gejalanya yang harus diwaspadai:
- Bau mulut, asam yang naik ke tenggorokan dapat menyebabkan bau mulut yang membuat kita dan orang di sekitar tidak nyaman.
- Mual hingga ingin muntah, begitu asam naik ke tenggorokan akan menyebabkan rasa mual. Ada yang sampai muntah, tapi ada yang tidak.
- Sering bersendawa, refluks asam lambung dapat meningkatkan jumlah udara yang ditelan. Udara yang masuk mengandung oksigen dan nitrogen, lalu udara akan didorong lagi ke atas dan keluarnya dalam bentuk sendawa.
- Terasa mudah kenyang dibanding sebelumnya, seharusnya makanan didorong ke dalam usus, tapi karena terjadi gangguan, maka makanan menumpuk di lambung. Akibatnya kita jadi mudah merasa kenyang.
- Sakit tenggorokan, asam yang naik kembali ke tenggorokan berisiko menimbulkan iritasi di sepanjang kerongkongan. Akibatnya tentu tenggorokan jadi terasa sakit saat menelan.
- Batuk tanpa dahak, ini adalah gejala yang mungkin dialami kalau asam lambung sudah dibiarkan terlalu lama.
Faktor Risiko Penyakit Asam Lambung
Asam lambung bisa dialami siapa saja, baik anak-anak, dewasa maupun lansia. Risiko penyakit asam lambung mungkin meningkat karena pengaruh gaya hidup dan berbagai faktor lainnya. Ini dia beberapa faktor risiko penyakit asam lambung yang dapat berujung pada GERD:
- Sering mengonsumsi makanan pedas, makanan berminyak, dan susu
- Kebiasaan merokok atau sering berada di lingkungan perokok dan menghisap asapnya
- Kelebihan berat badan dan obesitas
- Ibu yang sedang hamil dan mengalami tekanan di perut
- Hernia hiatus, kondisi pita otot yang melemah atau mengendur
- Otot dinding lambung melemah sehingga waktu mengosongkan lambung pun melambat, kondisi ini dinamakan gastroparesis
- Terjadi gangguan jaringan ikat
- Penggunaan beberapa jenis obat yang bisa memicu asam lambung naik, seperti obat anti depresan, benzodiazepin, obat penghambat kalsium untuk tekanan darah tinggi, dan obat anti inflamasi non steroid (NSAID).
Jika pernah mengalami gejala asam lambung naik, maka sebaiknya hindari berbagai faktor risiko di atas, supaya kondisinya tidak semakin parah. Usahakan hidup lebih sehat dan teratur agar asam lambung tidak mengarah ke GERD.
Pastikan juga memperbanyak pengetahuan mengenai GERD dan berbagai penyakit lainnya dengan membaca artikel di website HJ Generik.
Referensi:










