Logo HJ - Hexpharm Jaya
Edit Template

Kenapa Penyakit Jantung Lebih Sering Menyerang Pria?

Penyakit kardiovaskular (jantung dan pembuluh darah)  masih menjadi pembunuh nomor satu di dunia. Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), lebih dari 17 juta orang meninggal setiap tahunnya akibat penyakit kardiovaskular. Di Indonesia sendiri, jumlah kematian akibat penyakit ini mencapai lebih dari 650 ribu jiwa per tahun dengan stroke, penyakit jantung koroner, dan hipertensi sebagai penyebab utamanya.2 Hal yang mengkhawatirkan, pria memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit jantung dibandingkan wanita. Mengapa hal ini terjadi, dan apa yang bisa dilakukan untuk mencegahnya? Artikel ini akan mengulas faktor risiko pada pria serta solusi yang dapat diterapkan sejak dini untuk menjaga kesehatan jantung.

 

Mengapa bisa terjadi?

Menurut data dari U.S. Centers for Disease Control and Prevention salah satu faktor utamanya adalah tekanan darah tinggi. Data tahun 2013–2016 menunjukkan bahwa 47% pria mengalami hipertensi1, kondisi ini diduga menjadi salah satu pemicu utama penyakit jantung dan stroke. Namun, tekanan darah tinggi bukan satu-satunya penyebab.

Sejumlah kondisi medis dan kebiasaan hidup yang kurang sehat turut meningkatkan risiko penyakit jantung, di antaranya:

  • Diabetes

  • Kegemukan dan obesitas

  • Pola makan tinggi lemak jenuh dan rendah serat

  • Kurangnya aktivitas fisik atau gaya hidup sedenter

  • Kebiasaan konsumsi alkohol secara berlebihan

Kombinasi dari faktor-faktor ini membuat pria berada dalam posisi yang lebih rentan terhadap serangan jantung dibandingkan wanita.

 

Berikut Solusi yang Bisa Dilakukan!

  • Cek Tekanan Darah Secara Berkala

Tekanan darah yang tidak terkontrol dapat mengakibatkan penyakit jantung. Tekanan darah tinggi umumnya tidak memiliki gejala, sehingga pemeriksaan tekanan darah secara berkala sangatlah penting sebagai langkah untuk deteksi dini hipertensi.1

  • Lakukan Pemeriksaan Kolesterol dan Diabetes

Kolesterol tinggi dan diabetes juga meningkatkan risiko penyakit jantung. Maka dari itu, pemeriksaan laboratorium secara berkala penting untuk dilakukan agar bisa mencegah penyakit jantung sejak dini.1

  • Hindari Merokok dan Asupan Alkohol yang Berlebihan3

Berdasarkan laporan dari American Heart Association (AHA) prevalensi kebiasaan merokok lebih tinggi pada pria daripada wanita. Merokok adalah faktor risiko utama untuk serangan jantung karena kandungan nikotin dan zat kimia lain dalam rokok dapat merusak lapisan dalam pembuluh darah, meningkatkan tekanan darah, dan menyebabkan pembentukan plak pada dinding pembuluh darah. 

Mengonsumsi alkohol secara berlebihan dapat menyebabkan kardiomiopati, suatu kondisi di mana kekuatan kontraksi otot jantung melemah karena gangguan pada otot jantungnya. Selain itu, alkohol memicu terjadinya takikardia ventrikel atau jantung yang berdetak cepat dan seringkali tidak beraturan. AHA menyatakan, alkohol juga memicu peningkatan risiko fibrilasi atrium, salah satu gangguan irama jantung.

Maka, untuk menjaga kesehatan jantung, disarankan untuk tidak merokok dan membatasi asupan alkohol hingga satu gelas sehari.

  • Gaya Hidup Sehat

Memiliki berat badan berlebih atau obesitas dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Selain itu, pria cenderung memiliki pola makan tinggi lemak dan garam, yang dapat memicu peningkatan kadar kolesterol dan tekanan darah.2

Untuk mencegahnya, imbangi dengan aktivitas fisik teratur dan pola makan sehat. Terapkan pola makan seimbang dengan mengonsumsi setidaknya 5 porsi buah dan sayur per hari. Batasi asupan:

  • Gula: maksimal 4 sendok makan per orang per hari
  • Garam: maksimal 1 sendok teh per orang per hari
  • Lemak/minyak: maksimal 5 sendok makan per orang per hari

Perubahan kecil pada kebiasaan sehari-hari ini dapat berdampak besar dalam menjaga kesehatan jantung.

  • Turunkan Tingkat Stres

Mengelola stres penting untuk menurunkan risiko penyakit jantung. Jika stres dibiarkan, hal ini bisa memengaruhi tekanan darah dan membuat jantung bekerja lebih keras.1

Untuk mengurangi stres, cobalah meluangkan waktu untuk rekreasi dan relaksasi. Menjaga pikiran tetap positif juga membantu membuat hati lebih tenang. Bercengkerama dengan keluarga dan teman bisa membuat perasaan lebih nyaman dan bahagia. Hidup teratur, seperti tidur cukup dan makan tepat waktu, juga membantu mengurangi stres.2

 

Sumber : 

  1. https://www.cdc.gov/heart-disease/about/men-and-heart-disease.html 
  2. https://rs.ui.ac.id/umum/berita-artikel/artikel-populer/laki-laki-lebih-berisiko-terkena-serangan-jantung-dibandingkan-perempuan 
  3. https://www.halodoc.com/artikel/pengaruh-alkohol-terhadap-kesehatan-jantung-dan-liver?srsltid=AfmBOop-TrBTFU2keChKLKXkb6-bAcQaZCX2qLMsFJ3x7sblxana1KpS 

 

BAGIKAN HALAMAN INI :

ARTIKEL TERBARU

EVENT TERBARU

Edit Template

PT. Hexpharm Jaya Laboratories

Jl. Jend. Ahmad Yani No. 2
Kel. Kayu Putih, Kec. Pulo Gadung, Kota Jakarta Timur
Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13210
(Area PT. Bintang Toedjoe)

PT. Hexpharm Jaya Laboratories

Jl. Jend. Ahmad Yani No. 2
Kel. Kayu Putih, Kec. Pulo Gadung, Kota Jakarta Timur
Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13210
(Area PT. Bintang Toedjoe)

All contents © Copyright PT. Hexpharm Jaya Laboratories 1997-2023. All Rights Reserved. Created by Kreativv.