Logo HJ - Hexpharm Jaya
Edit Template

Ketahui Perbedaan Bulimia dan Anoreksia

Bulimia dan anoreksia merupakan eating disorder atau kelainan pola makan yang banyak dialami oleh wanita. [1] Bahkan, di negara maju seperti Amerika sebanyak 1% dari penduduknya mengalami kelainan ini. [1] Kendati di Indonesia kasus bulimia dan anoreksia tidak sebanyak itu, namun kondisi ini tetap perlu diwaspadai karena dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan seperti dehidrasi, kelelahan hingga aritmia. [1]

Apabila kamu adalah pribadi yang sangat memperhatikan keindahan bentuk tubuh, bisa saja kamu berpotensi mengalami salah satunya.

Kendati sering dikaitkan, namun ternyata bulimia dan anoreksia itu berbeda. Keduanya memang sama-sama dipicu oleh ketidakpuasan terhadap bentuk tubuh yang kemudian mempengaruhi kondisi psikis penderitanya. [1,2] Namun, bulimia dan anoreksia menunjukkan gejala dan perilaku yang berbeda. Di bawah ini adalah perbedaan antara kedua kelainan pola makan tersebut.

 

  • Bulimia

Bulimia adalah kelainan pola makan yang terjadi akibat penderita tidak puas terhadap bentuk tubuhnya. Pada umumnya, penderita bulimia mengalami kecemasan terhadap asupan kalori yang masuk ke dalam tubuhnya hingga akhirnya melakukan segala cara untuk mencegah kenaikan berat badan tanpa mengorbankan kegiatan makan. [1]

Bulimia dibagi menjadi dua yaitu purging dan non-purging. Purging bulimia adalah kondisi ketika si penderita melakukan segala cara untuk memuntahkan makanan yang masuk ke dalam perut. Terkadang, penderita juga minum obat laksatif secara berlebihan supaya makanan yang masuk dapat segera keluar dari pencernaan. [1]

Sedangkan non-purging bulimia adalah kondisi ketika si penderita melakukan puasa atau olahraga secara ekstrem demi membakar kalori dari makanan yang masuk ke dalam tubuh. [1] Berbeda dengan anoreksia yang membatasi makan, non-purging bulimia masih memungkinkan penderitanya untuk makan seperti biasa.

 

  • Anoreksia

Bagaimana dengan anoreksia? Pada dasarnya, anoreksia juga merupakan kelainan pola makan untuk menahan berat badan supaya tidak naik. Namun, anoreksia bisa dikatakan lebih “parah” karena memiliki kecenderungan untuk mengurangi porsi makan secara ekstrem, atau hanya mengonsumsi makanan tertentu dalam jumlah sedikit. [3] Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk menurunkan berat badan karena si penderita menganggap bahwa dirinya memiliki kelebihan berat badan. [1,3] Akibatnya, selain mengalami kurang berat badan, anoreksia juga bisa mengancam jiwa. [1]

 

Perbedaan Bulimia dan Anoreksia

Jika dilihat dari penjelasan di atas, bulimia dan anoreksia berbeda dalam hal cara untuk menjaga atau menurunkan berat badan. Bulimia lebih pada upaya mengontrol kalori yang masuk tanpa mengorbankan makan secara ekstrem. Kontrol kalori dilakukan baik dengan memuntahkan makanan yang masuk secara paksa, meminum obat pencahar, puasa ataupun dengan olahraga berlebihan. [1-3]

Sedangkan anoreksia lebih pada mengontrol kebiasaan makan itu sendiri sebagai upaya untuk membatasi kalori yang masuk ke tubuh dengan tujuan menurunkan berat badan. Umumnya, penderita anoreksia melakukan diet ekstrem atau hanya makan makanan tertentu yang rendah kalori dalam jumlah sedikit. Itulah sebabnya, dikatakan bahwa anoreksia juga bisa mengancam nyawa. [1,2]

 

Cara Mencegah Bulimia dan Anoreksia

Mengingat bulimia dan anoreksia dipicu oleh masalah psikologis, kelainan pola makan ini dapat dicegah dengan cara mengenali gejalanya sedini mungkin. Begitu mengalami gejala bulimia atau anoreksia, segera hentikan siklus pola makan tersebut sebelum menjadi makin parah. [4] Selain itu, penderita perlu memahami bahwa persepsi bentuk tubuh ideal tidak sama antara satu orang dengan yang lain. [4] Dengan memiliki pemahaman ini, rasa cinta terhadap diri sendiri diharapkan meningkat dan kelainan pola makan dapat dicegah.

Jika terlanjur terjadi, bulimia dan anoreksia dapat ditangani dengan terapi konsultasi pada psikolog dan juga psikiater. Terapi obat serta rehabilitasi juga mungkin dilakukan untuk mengembalikan kebiasaan makan yang normal serta menstabilkan kondisi mental penderita. [1]

Jangan ragu untuk konsultasi ke dokter jika mengalami bulimia atau anoreksia. Jika perlu, mintalah obat generik terbaik untuk mengatasinya. 

Ingin mendapatkan update informasi terkini seputar kesehatan, kunjungi laman HJ Generik sekarang. Salam sehat!

 

Referensi:

[1] Healthline. Anorexia vs. Bulimia: what’s the difference?. [Internet]. 2018. [cited November 2023]. Available from https://www.healthline.com/health/eating-disorders/anorexia-vs-bulimia

[2] Medical News Today. What is the difference between anorexia and bulimia?. 2022. (cited November 2023). Available from https://www.medicalnewstoday.com/articles/327466

[3] The Wave Clinic. What is the difference between bulimia and anorexia?. [Internet]. 2023. [cited November 2023]. Available from https://thewaveclinic.com/blog/what-is-the-difference-between-anorexia-and-bulimia/

[4] My Cleveland Clinic. Bulimia nervosa. [Internet]. 2022. [cited November 2023]. Available from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/9795-bulimia-nervosa

BAGIKAN HALAMAN INI :

ARTIKEL TERBARU

EVENT TERBARU

Edit Template

PT. Hexpharm Jaya Laboratories

Jl. Jend. Ahmad Yani No. 2
Kel. Kayu Putih, Kec. Pulo Gadung, Kota Jakarta Timur
Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13210
(Area PT. Bintang Toedjoe)

PT. Hexpharm Jaya Laboratories

Jl. Jend. Ahmad Yani No. 2
Kel. Kayu Putih, Kec. Pulo Gadung, Kota Jakarta Timur
Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13210
(Area PT. Bintang Toedjoe)

All contents © Copyright PT. Hexpharm Jaya Laboratories 1997-2023. All Rights Reserved. Created by Kreativv.