Sarapan sering kali dianggap sebagai waktu makan yang paling penting dalam sehari karena jadi pembuka setelah tubuh ‘berpuasa’ semalaman [1]. Pilihan makanan yang paling ideal harusnya terdiri dari kombinasi protein, serat, dan lemak sehat, yang membuat perut tetap merasa kenyang hingga jam makan siang tiba. Tambahkan juga karbohidrat dalam jumlah sedang untuk memberi tambahan energi. [2]
Sayangnya, banyak orang yang masih salah memilih jenis makanan untuk disantap saat sarapan. Berikut ini adalah beberapa jenis makanan yang sebaiknya tidak dikonsumsi saat sarapan. Baca di sini yuk, untuk tahu informasi lengkapnya: [2]
- Sereal yang Mengandung Gula
Kebanyakan sereal tinggi kandungan gula dan rendah protein, sehingga akan meningkatkan level gula darah dengan cepat. Begitu gula darah kembali menurun, rasa lapar pun menyerang.
Bagaimana dengan sereal yang bebas kandungan gula seperti corn flakes? Sayangnya, jenis sereal semacam ini juga rendah kandungan protein, hanya sekitar 2 gram per 25 gram corn flakes. Jadi meskipun kandungan gulanya lebih rendah, tetap saja bukan pilihan yang tepat untuk dijadikan menu sarapan.
- Pancake & Wafel
Terlihat sehat dan mengenyangkan, sebenarnya kedua menu sarapan ini bukan sumber nutrisi yang bagus saat dikonsumsi pada pagi hari. Pancake dan waffle terbuat dari tepung terigu, susu, serta telur. Saat matang, ditambahkan berbagai topping seperti mentega dan juga berbagai jenis sirup yang merupakan gula murni. Artinya, pancake dan waffle tinggi kandungan kalori, lemak dan gula, tetapi kurang kandungan protein dan serat. [2]
Kalau ingin sarapan pancake dan waffle, tepung terigu bisa diganti dengan bahan yang lebih bernutrisi seperti tepung kacang almond atau tepung buncis. Untuk topping, pilih yang tinggi kandungan protein seperti selai kacang tanpa gula.
- Roti Bakar dengan Mentega
Roti yang dibakar dengan mentega menjadi salah satu menu sarapan favorit karena enak dan mudah dibuat. Hanya butuh dua bahan saja yaitu roti tawar dan mentega, sarapan yang mengenyangkan pun siap. Sayangnya menu ini juga tergolong rendah protein sehingga sebenarnya tidak bisa mempertahankan rasa kenyang lebih lama.
Untuk mendapatkan nutrisi tambahan, pilih roti gandum dibanding roti putih karena lebih kaya serat. Santap bersamaan dengan sumber protein seperti telur mata sapi atau suwiran daging dada ayam. Akan lebih baik lagi jika menambahkan sayuran seperti tomat, timun, dan daun selada.
- Daging Olahan
Daging olahan seperti sosis dan smoked beef menjadi salah satu menu sarapan yang enak dan mudah siapkan. Sayangnya, daging olahan seperti ini tinggi akan kandungan garam yang bisa memicu meningkatnya tekanan darah. Di dalam daging olahan juga terdapat bahan-bahan additives yang dapat memicu risiko terserang kanker, seperti nitries.
- Jus Buah
Kebanyakan orang berpikir bahwa memuaskan dahaga dengan jus buah itu lebih sehat dibandingkan minum soda yang kaya gula. Faktanya, jus buah juga mengandung gula yang tinggi, terutama yang berasal dari produksi pabrik. Kandungan seratnya juga lebih rendah dibandingkan buah utuh, jadi tidak terlalu mengenyangkan. Dibanding jus, buah utuh lebih baik untuk sarapan.
Berdasarkan info di atas ternyata makanan-makanan yang umum dijadikan menu sarapan tidak sepenuhnya baik bagi tubuh. Yuk beralihlah pada pilihan menu yang lebih sehat dan berasal dari bahan-bahan segar. Ada banyak informasi menarik lain terkait makanan dan gaya hidup sehat di website HJ Generik.
Jika Anda memiliki keluhan terkait kondisi kesehatan yang dipengaruhi oleh makanan, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter dan meminta rekomendasi obat generik yang tepat.
Referensi:
[1] University Hospitals. The best and worst foods for breakfast [Internet]. 2023 (cited October 2023). Available from: https://www.uhhospitals.org/blog/articles/2023/06/the-best-and-worst-foods-for-breakfast
[2] Healthline. 15 breakfast foods to skip, plus 10 to try [Internet]. 2021 (cited October 2023). Available from: https://www.uhhospitals.org/blog/articles/2023/06/the-best-and-worst-foods-for-breakfast










