Procrastination atau lebih umum dikenal sebagai menunda pekerjaan adalah hal yang lumrah dilakukan oleh banyak orang. [1] Menunda pekerjaan sering dianggap sebagai sikap malas atau memiliki manajemen waktu yang buruk, padahal sebenarnya kondisi tersebut lebih daripada itu. [1] Kendati menunda pekerjaan tidak selalu memberikan dampak yang buruk, [2] namun ada kalanya ini menjadi sebuah kebiasaan yang mengganggu pekerjaan sehari-hari. [3]
Menariknya, tahukah Anda bahwa menunda pekerjaan juga bisa menjadi pertanda atau gejala dari gangguan mental seperti gangguan kecemasan, depresi dan attention deficit hyperactivity disorder (ADHD). [3] Temukan informasi lengkap mengenai menunda pekerjaan dan hubungannya dengan gangguan mental di bawah ini.
Kebiasaan Menunda Pekerjaan Termasuk Gangguan Mental
Menunda pekerjaan adalah hal yang biasa. Namun, bila berubah menjadi kronis dan kehidupan sehari-hari terkena imbasnya, maka bisa jadi ini adalah gejala dari gangguan mental. Menunda pekerjaan kerap dikaitkan dengan diagnosis beberapa gangguan mental seperti berikut ini: [3]
- ADHD. [3] Orang yang mengidap ADHD mengalami kesulitan konsentrasi dan menyelesaikan pekerjaan. Itulah sebabnya, penderita ADHD sering menunda pekerjaannya. Ada juga kecenderungan bahwa orang dengan ADHD justru lebih fokus pada hal lain di luar tanggung jawab utamanya. [3] Sebagai ilustrasi, jika selesai mengerjakan proyek A maka ada reward yang diterima. Alih-alih fokus menyelesaikan pekerjaan supaya mendapatkan hadiah, penderita ADHD malah teralih pada hadiah itu sendiri dan menunda pekerjaannya.
- Depresi. [3] Orang yang mengalami depresi biasanya tidak memiliki energi dan motivasi untuk mengerjakan atau menyelesaikan pekerjaannya walaupun itu adalah pekerjaan yang mudah. Akibatnya, menunda pekerjaan dilakukan.
- Gangguan kecemasan. [3] Orang dengan gangguan kecemasan kadang melihat sebuah pekerjaan sebagai hal yang menakutkan karena berada di luar kekuatannya dan membuatnya kewalahan. Kecemasan berlebihan ini membuatnya takut melakukan pekerjaan tersebut hingga akhirnya menundanya.
Apa yang Menyebabkan Menunda Pekerjaan?
Menunda pekerjaan lebih sering dilakukan oleh mereka yang berada di usia sekolah dan kuliah, serta orang dewasa laki-laki. [3] Ada beberapa hal yang memicu seseorang menunda pekerjaannya di antaranya adalah: [3]
- Cemas dengan kegiatan yang akan dilakukan. Salah satu contohnya, Anda harus melakukan konsultasi dengan dokter untuk pemeriksaan kesehatan. Namun, Anda mencemaskan diagnosis dokter sehingga menunda kunjungan. [3]
- Tidak yakin dengan kemampuan diri. Perasaan insecure dan tidak yakin dengan kemampuan diri melakukan sesuatu membuat seseorang merasakan emosi negatif. Untuk menghindari perasaan demikian, alih-alih melakukan pekerjaan Anda justru melakukan hal yang lain. [3]
- Lelah atau bosan. Saat merasa lelah dan bosan dengan hal tertentu, distraksi yang membuat Anda lepas dari pekerjaan tersebut menjadi sebuah pelarian. [3]
- Merasa masih ada banyak waktu untuk menyelesaikan pekerjaan. Manajemen waktu yang kurang baik kadang membuat Anda meremehkan waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan. Anda yakin masih ada banyak waktu padahal kadang sudah tidak ada. [3]
- Percaya the power of last minute. Secara medis, ketika menyelesaikan suatu pekerjaan mendekati tenggat waktu, Anda merasakan gelombang adrenalin dan kortisol yang memberikan sensasi “ketagihan”. Walaupun menjadi last minute person kadang lebih efektif, namun ini tidak bisa menjadi kebiasaan. [3]
Cara Menangani Kebiasaan Menunda Pekerjaan
Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk membuat kebiasaan menunda pekerjaan jadi lebih baik, misalnya dengan: [3]
- Menyadari waktu tertentu keinginan menunda pekerjaan muncul. Misalnya, setiap kali berkutat dengan pekerjaan A di kantor, Anda jadi ingin menundanya. Dengan menyadari pola ini, akan lebih mudah menemukan solusinya. [3]
- Kerjakan satu per satu. Tidak membebani diri dengan banyak pikiran dan pekerjaan sekaligus membantu Anda lebih fokus dan tidak menunda pekerjaan karena tahu apa yang harus dilakukan terlebih dahulu. Lakukan satu per satu, konsentrasi pada apa yang sedang dikerjakan. [2]
- Minta bantuan medis. Ketika menunda pekerjaan menjadi sebuah kebiasaan dan memengaruhi kehidupan sehari-hari dengan signifikan, jangan ragu meminta bantuan medis. Terapis akan membantu Anda menemukan penyebab dari masalah tersebut dan menemukan solusi yang tepat. [2]
Jangan meremehkan kebiasaan menunda pekerjaan karena bisa jadi itu berkaitan dengan kesehatan mental. Jika perlu, berkonsultasilah dengan dokter terpercaya untuk bisa keluar dari kebiasaan tersebut. Untuk terapi obat yang diperlukan, tidak ada salahnya menggunakan obat generik yang lebih hemat namun kualitasnya jempol dua.
Ingin tahu perkembangan dunia kesehatan dan informasi terkini soal berbagai masalah kesehatan dan penanganannya? Yuk, kunjungi laman HJ Generik!
Referensi:
- Counseling Today. Procrastination: an emotional struggle [Internet]. 2019. [cited December 2023]. Available from: https://ct.counseling.org/2019/10/procrastination-an-emotional-struggle/
- Healthline. How to (finally) break the cycle of chronic procrastination [Internet]. 2021. [cited December 2023]. Available from: https://www.healthline.com/health/mental-health/chronic-procrastination
- US News. When is procrastination a matter of mental health? [Internet]. 2021. [cited December 2023]. Available from: https://health.usnews.com/wellness/articles/is-your-chronic-procrastination-actually-a-matter-of-mental-health










