Ditinjau oleh: dr. Daniel Winatakusuma, M.Biomed
Kalau kamu sering bersin padahal lagi nggak flu, mungkin saja penyebabnya adalah rinitis alergi. Apa itu rinitis alergi? Yuk, simak artikelnya disini.
Rinitis alergi adalah peradangan yang terjadi di bagian dalam hidung disebabkan oleh alergen. Jadi penyebabnya bisa beragam, tergantung jenis alergi yang dialami tiap orang.
Rinitis alergi adalah kondisi yang wajar dialami, selama efek alerginya masih dalam batas wajar. Efek yang ringan biasanya mudah disembuhkan dengan obat anti alergi. Lalu sebenarnya apa yang menyebabkan bersin-bersin ini terjadi?
Penyebab Rinitis Alergi

Penyebab alergi bisa sangat beragam bagi setiap orang, tapi yang paling sering terjadi disebabkan oleh:
- Debu
- Serbuk sari dari bunga, pohon, rumput hingga ilalang
- Rayap
- Bulu binatang (kucing, anjing, kelinci, dan lain-lain)
- Serbuk kayu
- Bubuk tepung
- Tungau yang muncul akibat debu.
Risiko terkena rinitis alergi bisa makin besar kalau ada anggota keluarga kita yang mengalami hal yang sama. Tapi ini bukan berarti kalau ada satu anggota keluarga yang punya alergi, maka semua saudara kandungnya akan mengalami kondisi yang sama.
Gejala Rinitis Alergi

Gejala yang biasa terjadi saat kita mengalami rinitis alergi sebenarnya hampir sama dengan gejala saat kita lagi flu. Di antaranya adalah:
- Sering bersin
- Hidung terasa gatal terus-menerus
- Hidung berair
- Hidung tersumbat
- Mata merah
- Mata berair
- Mata gatal
- Tiba-tiba sering batuk
- Langit-langit mulut terasa gatal.
Gejala umum di atas biasanya langsung terjadi ketika seseorang bersentuhan atau berdekatan dengan sesuatu yang menimbulkan alergi. Di level yang ringan, kondisi ini tidak akan menjadi parah, sehingga penanganannya cukup mudah.
Beberapa orang bahkan terkena rinitis alergi beberapa kali dalam sebulan, karena mereka sangat sensitif. Misalnya orang yang sensitif sekali terhadap debu dan asap, sedangkan mereka tinggal dan beraktivitas di lokasi yang selalu ada debu dan asap. Atau orang yang alergi terhadap serbuk sari, mereka akan sering terkena rinitis alergi saat musim semi dan musim panas.
Bagaimana Cara Mengobati Rinitis Alergi?
Rinitis alergi pada kebanyakan orang hanya bersifat ringan dan sementara saja, bukan sesuatu yang harus ditangani secara serius. Ini bisa diobati dengan obat-obatan yang mengandung:
- Antihistamines: biasa digunakan untuk mengatasi alergi dan reaksi terhadap gigitan serangga dan lebah.
- Decongestant Nasal Spray/Drops: untuk mengatasi hidung yang tersumbat, hanya bisa digunakan oleh penderita alergi usia 6 tahun ke atas.
- Salt Water Nasal Spray: untuk membersihkan bagian dalam hidung sehingga terbebas dari penyebab alergi, misalnya serbuk sari, bulu hewan dan lain sebagainya.
Kapan Harus Pergi ke Dokter?
Rinitis alergi yang semakin parah gejalanya, tentu membutuhkan penanganan dari dokter. Lalu kapan kita bisa memutuskan pergi ke dokter? Berikut ini adalah beberapa kondisi di mana rinitis alergi harus ditangani oleh dokter:
- Saat gejala rinitis alergi terlalu lama dan tak kunjung reda
- Kalau kamu punya asma dan rinitis alergi terus memburuk
- Kalau gejala-gejalanya sampai mengganggu kualitas tidur
- Kalau gejala rinitis alergi sampai mengganggu aktivitas sehari-hari
- Saat kita tidak yakin apa penyebab gejala alergi yang dialami
- Saat berbagai obat standar alergi tak ada pengaruhnya sama sekali
Saat konsultasi dengan dokter, biasanya kita akan diberi resep yang berbeda dari obat yang sudah kita coba sebelumnya. Mungkin juga akan dirujuk ke dokter spesialis untuk dilakukan uji coba guna mengetahui penyebab alergi.
Nah, sudah lebih paham tentang rinitis alergi dan cara mengobatinya, kan? Kalau tertarik untuk membaca artikel lain yang terkait dengan kesehatan, yuk temukan di website HJ!
Referensi:










