Logo HJ - Hexpharm Jaya
Edit Template

Terlalu Sering Makan Bakar-Bakaran Bisa Memicu Kanker, Apa Benar?

Pergantian tahun tinggal menghitung hari. Biasanya, sambil menunggu tengah malam paling seru mengadakan acara bakar-bakar bareng teman dan keluarga. Bakar-bakar sate, daging sapi, daging ayam, dan masih banyak lagi. Dibumbui dengan mantap dan dibakar hingga renyah menghitam, saking enaknya jadi tidak terasa sudah makan banyak. Eits, tahan dulu. Tahukah Anda bahwa makan bakar-bakaran secara berlebihan bisa memicu masalah kesehatan serius, seperti kanker? Berikut ini adalah rangkuman informasi seputar fakta makan makanan yang dibakar dan resiko kanker yang mungkin terjadi.

 

Makan Bakar-Bakaran Bisa Memicu Kanker

Makan bakar-bakaran memang nikmat, apalagi kalau yang dibakar adalah daging baik daging sapi atau ayam. Selain tekstur daging yang masih juicy dan lembut, aroma smoky yang menguar dari bakaran menambah cita rasa makanan menjadi lebih lezat. Namun, perlu diketahui bahwa daging yang dibakar dalam suhu tinggi dapat memicu kanker. [1,2] Disebutkan bahwa proses memasak dengan cara dibakar membuat lemak pada daging “terbakar” dan mengandung senyawa kimiawi yang bersifat karsinogenik atau memicu kanker. 

Senyawa kimia tersebut bernama  heterocyclic amines (HCAs) [1,2] dan polycyclic aromatic hydrocarbons (PAHs). [1] Paparan dalam waktu lama –termasuk terlalu banyak mengonsumsi—terhadap kedua senyawa ini dapat merusak DNA tubuh yang dalam jangka panjang bisa berubah menjadi tumor. [1]

Secara spesifik, Catherine Carpenter, Ph.D. [1] dari UCLA menyebutkan bahwa makanan yang dibakar dan mengandung senyawa karsinogenik tidak serta merta menyebabkan kanker pada saat itu juga, karena ini lebih kepada gaya hidup. [1] Jika Anda gemar makan makanan bakaran selama bertahun-tahun setiap akhir pekan misalnya, kebiasaan seperti inilah yang memicu dan memperbesar resiko terjadinya kanker. [1]

 

Kenapa Makanan yang Dibakar Memicu Kanker?

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, masalah kesehatan pada makanan bakaran berasal dari proses memasaknya yang menggunakan panas tinggi. [2] Ketika daging dimasak dalam suhu tinggi hingga menghitam, dimana ini menjadi ciri khas dari makanan bakaran, lemak dalam daging akan terbakar dan memicu munculnya senyawa kimia yang disebut dengan heterocyclic amines (HCAs) [1,2] dan polycyclic aromatic hydrocarbons (PAHs). [1] Ketika tubuh terpapar kedua zat kimia tersebut dalam waktu lama, maka keduanya akan bermutasi dan mengubah DNA pada sel tubuh. [2] Akibatnya, mutasi DNA berubah menjadi tumor. [1] 

 

Cara Mengurangi Resiko Kanker dari Makanan Bakar

Nah, dari penjelasan di atas, bisa ditarik kesimpulan jika menikmati bakaran hanya ketika menyambut perayaan Tahun Baru saja, hal ini tidak akan lantas membuat Anda mengidap penyakit kanker sebab Catherine Carpenter, Ph.D. dari UCLA menekankan jika resiko tersebut adalah mengenai gaya hidup. [1] Namun, tidak bisa dipungkiri juga bahwa makanan bakaran apalagi dengan banyak bagian yang menghitam bersifat karsinogenik atau memicu kanker sebab mengandung heterocyclic amines (HCAs) [1,2] dan polycyclic aromatic hydrocarbons (PAHs). [1] 

Dengan demikian, langkah paling bijak untuk menghindari paparan dua senyawa kimia pemicu kanker tersebut adalah makan makanan bakaran dengan bijak dan aman. Caranya adalah sebagai berikut.

  • Pilih daging yang minim lemak. Dua senyawa kimia yang bersifat karsinogenik di atas muncul ketika lemak terbakar dan menghitam. Maka dari itu, sebaiknya pilihlah daging yang mengandung sedikit lemak, termasuk daging ayam dan juga daging ikan. [1]
  • Hindari kontak langsung daging dengan api. Jangan memanggang atau membakar daging langsung di atas api karena ini membuat lemak terbakar. Lebih aman bila Anda menggunakan panggangan bertingkat sehingga daging terkena panas secara tidak langsung (indirect heat). [1]
  • Hilangkan bagian yang gosong sebelum disajikan. Hal ini bertujuan mengurangi senyawa karsinogenik masuk ke dalam tubuh. [1]
  • Perhatikan bumbu marinasi. Marinasi daging menggunakan saus dan sejenisnya tidak disarankan karena tinggi gula. [3] Sebagai gantinya, Anda bisa melakukan marinasi dengan bahan yang berasal dari keluarga citrus yang bercita rasa asam. [1,3] Bahan ini mengandung antioksidan yang diharapkan mampu menekan efek karsinogenik setelah proses bakaran.

Merayakan Tahun Baru boleh saja, asalkan tetap memperhatikan makanan yang dikonsumsi supaya tetap sehat di tahun mendatang. Jika memiliki keluhan kesehatan, segera periksakan diri ke dokter. Bila perlu, mintalah obat generik terbaik yang ekonomis namun tetap efektif.

Ingin tahu perkembangan dunia kesehatan dan informasi terkini soal berbagai masalah kesehatan dan penanganannya? Yuk, kunjungi laman HJ Generik!

 

Referensi:

  1. UCLA Health. Grilling meat raises cancer risk. Here are ways to lower it [Internet]. 2023. [cited December 2023]. Available from: https://www.uclahealth.org/news/grilling-meat-raises-cancer-risk-here-are-ways-lower-it
  2. Verywell Health. Grilling meats and an increased cancer risk [Internet] 2022. [cited December 2023]. Available from: https://www.verywellhealth.com/is-grilled-meat-a-cancer-risk-514039
  3. Cedars Sinai. Healthy grilling: reducing the risk of cancer [Internet] 2018. [cited December 2023]. Available from: https://www.cedars-sinai.org/blog/grilling-cancer-risk.html

BAGIKAN HALAMAN INI :

ARTIKEL TERBARU

EVENT TERBARU

Edit Template

PT. Hexpharm Jaya Laboratories

Jl. Jend. Ahmad Yani No. 2
Kel. Kayu Putih, Kec. Pulo Gadung, Kota Jakarta Timur
Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13210
(Area PT. Bintang Toedjoe)

PT. Hexpharm Jaya Laboratories

Jl. Jend. Ahmad Yani No. 2
Kel. Kayu Putih, Kec. Pulo Gadung, Kota Jakarta Timur
Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13210
(Area PT. Bintang Toedjoe)

All contents © Copyright PT. Hexpharm Jaya Laboratories 1997-2023. All Rights Reserved. Created by Kreativv.