{"id":2494,"date":"2024-05-22T13:00:11","date_gmt":"2024-05-22T06:00:11","guid":{"rendered":"http:\/\/www.hexpharmjaya.com\/generik\/?p=2494"},"modified":"2024-05-28T15:30:59","modified_gmt":"2024-05-28T08:30:59","slug":"puasa-menyembuhkan-asam-lambung-benarkah","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/www.hexpharmjaya.com\/generik\/puasa-menyembuhkan-asam-lambung-benarkah\/","title":{"rendered":"Puasa Menyembuhkan Asam Lambung, Benarkah?"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selama berpuasa, kita harus menahan makan dan minum selama kurang lebih 13 jam. Saat perut kosong, asam lambung bisa naik. Apakah anggapan ini benar? Untuk mengetahui hasilnya, dilakukan penelitian pada umat Muslim yang mengalami asam lambung selama Ramadan dan setelahnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berpuasa merupakan salah satu modifikasi gaya hidup yang dapat membantu mengurangi gejala asam lambung. Tidak makan, minum, dan merokok sejak subuh hingga matahari terbenam justru dapat menghindari asam lambung naik. Seperti apa penelitian yang dilakukan? Apa hubungan antara puasa dan gejala asam lambung? Simak penjelasannya berikut ini. [<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">1]<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>Metodologi Penelitian\u00a0<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Asam lambung merupakan penyakit akibat refluks isi lambung ke kerongkongan atau lebih ke atas lagi. Gejala utama asam lambung adalah mulas dan sensasi terbakar di dada atau kerongkongan. Asam lambung juga mungkin disertai dengan gejala lainnya, termasuk batuk-batuk, suara serak, dan tenggorokan berdehem. [<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">1]<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu cara untuk mencegah terjadinya asam lambung adalah mengganti gaya hidup menjadi lebih sehat. Puasa merupakan salah satu metode perubahan gaya hidup yang dapat membantu mengurangi gejala asam lambung. Di bulan puasa, Muslim tidak merokok dari fajar hingga matahari terbenam, yang dapat mengurangi gejala asam lambung. [<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">1]<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Studi dilakukan di Saudi Arabia menggunakan metode longitudinal yang memilih pasien asam lambung untuk mengambil sampel secara konsekutif. Para pasien terpilih menjawab kuesioner pada dua waktu yang berbeda, yaitu satu kali selama bulan Ramadhan dan satu kali lagi setelah bulan Ramadhan. [<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">1]<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>Hasil Penelitian\u00a0<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah bulan Ramadan, gejala <em>heartburn<\/em> menurun secara signifikan, terutama saat pasien dalam posisi berbaring. Secara keseluruhan skor gejala <em>heartburn<\/em> menurun sebanyak 45 poin dari 17.9 selama Ramadan ke 14.3 setelah Ramadan. Selain itu, regurgitasi atau makanan yang naik kembali ke mulut akibat gerakan anti peristaltik esophagus skornya berkurang dari 12.3 selama Ramadan ke 9.9 setelah Ramadan. [<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">1]<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah dilakukan penelitian, sebanyak 45.3% pasien merasa puas dengan kondisi kesehatan mereka selama bulan Ramadan. Sementara itu, setelah Ramadan, ada 34% pasien yang puas dengan kondisi mereka. Tidak ada hubungan antara tingkat parahnya gejala asam lambung sebelum atau sesudah puasa dengan jenis makanan yang dikonsumsi, waktu makan, atau jumlah makanan yang dikonsumsi. [<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">1]<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa puasa Ramadan dapat menyembuhkan gejala asam lambung. Namun, perlu penelitian lebih lanjut untuk memvalidasi hasil tersebut dan memahami mekanisme yang mendasarinya. [<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">1]<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>Puasa <em>Intermittent<\/em> Bisa Menyembuhkan Gejala Asam Lambung?\u00a0<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Puasa <em>intermittent<\/em> merupakan pola makan yang menggunakan siklus antara makan dan berpuasa, fokusnya adalah pada kapan kita makan, bukan pada jenis makanannya. Ini dia beberapa pola makannya:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">16:8 \u2013 Puasa selama 16 jam dan makan selama jendela makan 8 jam.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">14:10 \u2013 Puasa selama 14 jam dan makan selama jendela makan 10 jam.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">5:2 \u2013 Membatasi kalori ke 500 kalori selama 2 hari dalam seminggu. Selama 5 hari sisanya, mengonsumsi makanan normal, disarankan yang sehat.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Puasa sehari, tidak berpuasa sehari \u2013 berganti-ganti setiap hari.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Puasa 24 jam \u2013 dilakukan 1-2 kali saja dalam seminggu. [<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">2]<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Studi untuk mengetahui apakah puasa <em>intermittent<\/em> dapat menyembuhkan gejala asam lambung dilakukan secara terbatas terhadap 25 partisipan yang memiliki asam lambung. Hanya 9 orang yang menggunakan metode <em>intermittent<\/em> 16:8. Mereka yang konsisten melakukan metode ini, terbukti berkurang gejala asam lambungnya dengan cepat dan stabil selama studi berlangsung. [<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">2]<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Studi dari The Curious Journal of Medical Science yang dilakukan di bulan Ramadan 2023 pada 130 peserta yang berpuasa dan tidak berpuasa menunjukkan bahwa gejala asam lambung yang dirasakan selama Ramadan tidak separah bulan-bulan lain di luar Ramadan. Tapi studi tahun 2018 dari Journal of Nutrition, Fasting, and Health menyatakan bahwa puasa Ramadan tidak berpengaruh pada gejala asam lambung pada pasien yang mengonsumsi obat antisekresi seperti H2 Blocker dan PPI. [<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">2]<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> Karena itu, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut. [<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">2]<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di bulan Ramadan, pasien asam lambung disarankan berkonsultasi pada dokter untuk mendapat pengobatan yang tepat. Jangan ragu meminta Obat Generik ke apoteker atau minta diresepkan Obat Generik ke dokter. Untuk info kesehatan lainnya, langsung saja baca artikelnya di website HJ Generik. Salam sehat!<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Referensi:<\/p>\n<ol>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">NCBL. Impact of ramadan fasting on the severity of symptoms among a cohort of patients with gastroesophageal reflux disease (GERD). [Internet]. 2023. [cited March 2024]. Available from: <\/span><a href=\"https:\/\/www.ncbi.nlm.nih.gov\/pmc\/articles\/PMC10140236\/#:~:text=Fasting%20is%20one%20of%20the,Ramadan%20may%20reduce%20GERD%20symptoms\"><span style=\"font-weight: 400;\">https:\/\/www.ncbi.nlm.nih.gov\/pmc\/articles\/PMC10140236\/#:~:text=Fasting%20is%20one%20of%20the,Ramadan%20may%20reduce%20GERD%20symptoms<\/span><\/a><\/li>\n<li>Foodguides. Intermittent fasting for GERD: exploring benefits and research findings. [Internet]. 2023. [cited March 2024]. Available from: <a href=\"https:\/\/foodguides.com\/blogs\/from-the-experts\/intermittent-fasting-for-gerd-exploring-benefits-and-research-findings\">https:\/\/foodguides.com\/blogs\/from-the-experts\/intermittent-fasting-for-gerd-exploring-benefits-and-research-findings<\/a><\/li>\n<\/ol>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Selama berpuasa, kita harus menahan makan dan minum selama kurang lebih 13 jam. Saat perut kosong, asam lambung bisa naik. Apakah anggapan ini benar? Untuk mengetahui hasilnya, dilakukan penelitian pada umat Muslim yang mengalami asam lambung selama Ramadan dan setelahnya.\u00a0 Berpuasa merupakan salah satu modifikasi gaya hidup yang dapat membantu mengurangi gejala asam lambung. Tidak [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2495,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[9],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v20.12 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Puasa Menyembuhkan Asam Lambung, Benarkah? - HJ Generik<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Selama berpuasa, kita harus menahan makan dan minum selama kurang lebih 13 jam. Saat perut kosong, asam lambung bisa naik. Apakah anggapan ini benar?\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"http:\/\/www.hexpharmjaya.com\/generik\/puasa-menyembuhkan-asam-lambung-benarkah\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Puasa Menyembuhkan Asam Lambung, Benarkah? - HJ Generik\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Selama berpuasa, kita harus menahan makan dan minum selama kurang lebih 13 jam. Saat perut kosong, asam lambung bisa naik. Apakah anggapan ini benar?\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"http:\/\/www.hexpharmjaya.com\/generik\/puasa-menyembuhkan-asam-lambung-benarkah\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"HJ Generik\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-05-22T06:00:11+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-05-28T08:30:59+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"http:\/\/www.hexpharmjaya.com\/generik\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/81.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"700\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"500\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin1\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin1\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"http:\/\/www.hexpharmjaya.com\/generik\/puasa-menyembuhkan-asam-lambung-benarkah\/\",\"url\":\"http:\/\/www.hexpharmjaya.com\/generik\/puasa-menyembuhkan-asam-lambung-benarkah\/\",\"name\":\"Puasa Menyembuhkan Asam Lambung, Benarkah? - HJ Generik\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"http:\/\/www.hexpharmjaya.com\/generik\/#website\"},\"datePublished\":\"2024-05-22T06:00:11+00:00\",\"dateModified\":\"2024-05-28T08:30:59+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"http:\/\/www.hexpharmjaya.com\/generik\/#\/schema\/person\/3cd02dcad4a9b0dee0ab79e7160f8a31\"},\"description\":\"Selama berpuasa, kita harus menahan makan dan minum selama kurang lebih 13 jam. Saat perut kosong, asam lambung bisa naik. Apakah anggapan ini benar?\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"http:\/\/www.hexpharmjaya.com\/generik\/puasa-menyembuhkan-asam-lambung-benarkah\/\"]}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"http:\/\/www.hexpharmjaya.com\/generik\/#website\",\"url\":\"http:\/\/www.hexpharmjaya.com\/generik\/\",\"name\":\"HJ Generik\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"http:\/\/www.hexpharmjaya.com\/generik\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"http:\/\/www.hexpharmjaya.com\/generik\/#\/schema\/person\/3cd02dcad4a9b0dee0ab79e7160f8a31\",\"name\":\"admin1\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"http:\/\/www.hexpharmjaya.com\/generik\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/0.gravatar.com\/avatar\/c23d8758b5ef75e0e2b3840e9a481ca4?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"http:\/\/0.gravatar.com\/avatar\/c23d8758b5ef75e0e2b3840e9a481ca4?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin1\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/hexpharmjaya.com\/generik\"],\"url\":\"http:\/\/www.hexpharmjaya.com\/generik\/author\/admin1\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Puasa Menyembuhkan Asam Lambung, Benarkah? - HJ Generik","description":"Selama berpuasa, kita harus menahan makan dan minum selama kurang lebih 13 jam. Saat perut kosong, asam lambung bisa naik. Apakah anggapan ini benar?","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"http:\/\/www.hexpharmjaya.com\/generik\/puasa-menyembuhkan-asam-lambung-benarkah\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Puasa Menyembuhkan Asam Lambung, Benarkah? - HJ Generik","og_description":"Selama berpuasa, kita harus menahan makan dan minum selama kurang lebih 13 jam. Saat perut kosong, asam lambung bisa naik. Apakah anggapan ini benar?","og_url":"http:\/\/www.hexpharmjaya.com\/generik\/puasa-menyembuhkan-asam-lambung-benarkah\/","og_site_name":"HJ Generik","article_published_time":"2024-05-22T06:00:11+00:00","article_modified_time":"2024-05-28T08:30:59+00:00","og_image":[{"width":700,"height":500,"url":"http:\/\/www.hexpharmjaya.com\/generik\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/81.png","type":"image\/png"}],"author":"admin1","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"admin1","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"http:\/\/www.hexpharmjaya.com\/generik\/puasa-menyembuhkan-asam-lambung-benarkah\/","url":"http:\/\/www.hexpharmjaya.com\/generik\/puasa-menyembuhkan-asam-lambung-benarkah\/","name":"Puasa Menyembuhkan Asam Lambung, Benarkah? - HJ Generik","isPartOf":{"@id":"http:\/\/www.hexpharmjaya.com\/generik\/#website"},"datePublished":"2024-05-22T06:00:11+00:00","dateModified":"2024-05-28T08:30:59+00:00","author":{"@id":"http:\/\/www.hexpharmjaya.com\/generik\/#\/schema\/person\/3cd02dcad4a9b0dee0ab79e7160f8a31"},"description":"Selama berpuasa, kita harus menahan makan dan minum selama kurang lebih 13 jam. Saat perut kosong, asam lambung bisa naik. Apakah anggapan ini benar?","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["http:\/\/www.hexpharmjaya.com\/generik\/puasa-menyembuhkan-asam-lambung-benarkah\/"]}]},{"@type":"WebSite","@id":"http:\/\/www.hexpharmjaya.com\/generik\/#website","url":"http:\/\/www.hexpharmjaya.com\/generik\/","name":"HJ Generik","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"http:\/\/www.hexpharmjaya.com\/generik\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"http:\/\/www.hexpharmjaya.com\/generik\/#\/schema\/person\/3cd02dcad4a9b0dee0ab79e7160f8a31","name":"admin1","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"http:\/\/www.hexpharmjaya.com\/generik\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/0.gravatar.com\/avatar\/c23d8758b5ef75e0e2b3840e9a481ca4?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"http:\/\/0.gravatar.com\/avatar\/c23d8758b5ef75e0e2b3840e9a481ca4?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin1"},"sameAs":["https:\/\/hexpharmjaya.com\/generik"],"url":"http:\/\/www.hexpharmjaya.com\/generik\/author\/admin1\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"http:\/\/www.hexpharmjaya.com\/generik\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2494"}],"collection":[{"href":"http:\/\/www.hexpharmjaya.com\/generik\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/www.hexpharmjaya.com\/generik\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/www.hexpharmjaya.com\/generik\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/www.hexpharmjaya.com\/generik\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2494"}],"version-history":[{"count":2,"href":"http:\/\/www.hexpharmjaya.com\/generik\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2494\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2505,"href":"http:\/\/www.hexpharmjaya.com\/generik\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2494\/revisions\/2505"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/www.hexpharmjaya.com\/generik\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2495"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/www.hexpharmjaya.com\/generik\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2494"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/www.hexpharmjaya.com\/generik\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2494"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/www.hexpharmjaya.com\/generik\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2494"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}