{"id":2638,"date":"2026-05-26T13:52:32","date_gmt":"2026-05-26T06:52:32","guid":{"rendered":"http:\/\/www.hexpharmjaya.com\/generik\/?p=2638"},"modified":"2026-05-26T13:52:32","modified_gmt":"2026-05-26T06:52:32","slug":"sering-marah-marah-bisa-bikin-hipertensi","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/www.hexpharmjaya.com\/generik\/sering-marah-marah-bisa-bikin-hipertensi\/","title":{"rendered":"Sering Marah-marah Bisa Bikin Hipertensi?"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hipertensi sering disebut sebagai silent killer karena banyak orang tidak menyadari dirinya memiliki tekanan darah tinggi. Penyakit ini sering kali tidak menimbulkan gejala yang jelas, sehingga kerap disepelekan. Padahal, ketika hipertensi mulai mempengaruhi organ-organ penting seperti jantung, ginjal, atau otak hingga menyebabkan komplikasi, barulah banyak orang sadar betapa seriusnya kondisi ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu hal yang masih sering dipercaya masyarakat adalah anggapan bahwa kebiasaan marah-marah bisa menyebabkan hipertensi. Tapi, benarkah demikian?<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><b>Apa hubungannya suka marah-marah dengan hipertensi?<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pernah dengar kalimat seperti, \u201cJangan marah-marah terus, nanti darahnya naik!\u201d atau melihat adegan di film ketika seseorang marah besar lalu tiba-tiba memegang dada karena serangan jantung? Hal-hal seperti ini membuat banyak orang percaya bahwa marah tidak hanya memicu tekanan darah naik, tetapi juga berbahaya bagi kesehatan jantung. Namun, apakah hal tersebut benar secara ilmiah?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat seseorang marah, tubuh memang akan merespons dengan melepaskan hormon stres seperti adrenalin. Hormon ini membuat jantung berdetak lebih cepat dan pembuluh darah menyempit, sehingga tekanan darah dapat meningkat untuk sementara waktu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meski begitu, hingga saat ini belum ada bukti ilmiah yang benar-benar memastikan bahwa marah-marah saja menjadi penyebab utama hipertensi jangka panjang. Risiko hipertensi biasanya dipengaruhi banyak faktor lain, seperti pola makan tinggi garam, kurang olahraga, stres berkepanjangan, kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, kurang tidur, hingga faktor genetik. Namun, jika kebiasaan marah-marah disertai gaya hidup yang tidak sehat, maka risiko terkena hipertensi tentu bisa meningkat.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><b>Mulai kurangi marah-marah dari sekarang!<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Maka dari itu, penting untuk belajar mengelola amarah dengan cara yang lebih sehat. Selain membantu menjaga tekanan darah tetap stabil, tubuh dan pikiran juga bisa jadi lebih tenang. Beberapa aktivitas yang bisa membantu meredakan amarah, di antaranya:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><b>Berolahraga<\/b><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat marah atau stres, tubuh biasanya masuk ke mode \u201csiaga\u201d karena hormon seperti adrenalin meningkat. Akibatnya tubuh jadi lebih tegang, jantung berdetak lebih cepat, dan emosi terasa memuncak. Karena itu, aktivitas fisik seperti jalan kaki, jogging, gym, atau olahraga ringan bisa membantu tubuh melepaskan energi berlebih tersebut. Setelah bergerak, tubuh juga akan memproduksi hormon endorfin yang membantu membuat suasana hati jadi lebih tenang dan lega.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><b>Menulis Jurnal<\/b><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menulis jurnal atau sekadar menuangkan isi pikiran bisa membantu seseorang memahami emosinya sendiri. Saat marah, isi kepala biasanya terasa penuh dan berisik. Dengan menulis, pikiran yang tadinya berantakan jadi lebih terstruktur sehingga emosi perlahan lebih mudah dikendalikan. Aktivitas ini juga sering dianggap sebagai bentuk self-healing atau meditasi ringan karena membantu otak merasa lebih lega setelah \u201cmengeluarkan\u201d isi pikiran.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><b>Terapi Pernapasan<\/b><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika emosi sedang tinggi, tubuh cenderung bernapas lebih cepat dan pendek tanpa disadari. Hal ini bisa membuat tubuh makin tegang dan pikiran makin sulit tenang. Karena itu, saat mulai marah, coba ambil jeda sejenak dari situasi yang memicu emosi. Cari tempat yang tenang, lalu fokus mengatur napas secara perlahan dan dalam. Teknik pernapasan seperti <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">mindful breathing <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dapat membantu menurunkan stres, memperlambat detak jantung, dan membuat pikiran lebih stabil sebelum bereaksi secara impulsif.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><b>Mendengarkan musik<\/b><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mendengarkan lagu kesukaan juga memicu pelepasan hormon bahagia (dopamin) dan memangkas hormon stres (kortisol) agar tubuh kembali rileks. Trik rahasianya adalah mulai dengan musik yang agak bertenaga untuk menyalurkan emosi, lalu secara bertahap ganti ke lagu yang makin lambat dan damai untuk &#8220;menjemput&#8221; amarahmu turun ke bawah.\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><b>Mengulang kata penenang dalam hati<\/b><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mengulang kata seperti &#8220;sabar&#8221; atau &#8220;tenang&#8221; saat amarah memuncak ternyata bisa menjadi rem darurat bagi otak kita. Trik ini membuat otak sibuk mengucapkan kata penenang tersebut, sehingga tidak ada ruang lagi untuk memikirkan hal-hal menyebalkan yang bikin makin emosi. Selain itu, kalimat positif ini memberi sinyal ke tubuh bahwa situasi sudah aman, sehingga dapat membantu tubuh merasa lebih tenang dan mengurangi respons stres dan jantung tidak berdebar terlalu kencang.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Marah memang bisa membuat tekanan darah naik untuk sementara, tetapi bukan berarti seseorang akan langsung terkena hipertensi hanya karena marah-marah. Oleh karena itu, penting untuk mulai belajar mengelola emosi dengan cara yang lebih sehat agar tubuh dan pikiran tetap terjaga. Jika tekanan darah sering tinggi atau muncul keluhan tertentu, segera lakukan pemeriksaan ke dokter atau tenaga kesehatan.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Sumber :\u00a0<\/strong><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Anger may harm heart and blood vessel health. NIH Research Matters [Internet]. 2024 May 14 [cited 2026 May 16]. Available from:<\/span><a href=\"https:\/\/www.nih.gov\/news-events\/nih-research-matters\/anger-may-harm-heart-blood-vessel-health\"> <span style=\"font-weight: 400;\">https:\/\/www.nih.gov\/news-events\/nih-research-matters\/anger-may-harm-heart-blood-vessel-health<\/span><\/a><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sering marah-marah tingkatkan risiko hipertensi. Halodoc [Internet]. [date unknown] [cited 2026 May 16]. Available from:<\/span><a href=\"https:\/\/www.halodoc.com\/artikel\/sering-marah-marah-tingkatkan-risiko-hipertensi\"> <span style=\"font-weight: 400;\">https:\/\/www.halodoc.com\/artikel\/sering-marah-marah-tingkatkan-risiko-hipertensi<\/span><\/a><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Marah bikin hipertensi, mitos atau fakta ya?. Omron Healthcare [Internet]. [date unknown] [cited 2026 May 16]. Available from:<\/span><a href=\"https:\/\/www.omronhealthcare-ap.com\/id\/healthblog\/article\/details\/184\/marah-bikin-hipertensi-mitos-atau-fakta-ya\"> <span style=\"font-weight: 400;\">https:\/\/www.omronhealthcare-ap.com\/id\/healthblog\/article\/details\/184\/marah-bikin-hipertensi-mitos-atau-fakta-ya<\/span><\/a><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Whiteman H. Angry outbursts may raise the risk of heart attack. Medical News Today [Internet]. 2015 Feb 24 [cited 2026 May 16]. Available from:<\/span><a href=\"https:\/\/www.medicalnewstoday.com\/articles\/289864\"> <span style=\"font-weight: 400;\">https:\/\/www.medicalnewstoday.com\/articles\/289864<\/span><\/a><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\">Anger management: 10 tips to tame your temper. Mayo Clinic [Internet]. 2024 Oct 4 [cited 2026 May 16]. Available from:<a href=\"https:\/\/www.mayoclinic.org\/healthy-lifestyle\/adult-health\/in-depth\/anger-management\/art-20045434\"> https:\/\/www.mayoclinic.org\/healthy-lifestyle\/adult-health\/in-depth\/anger-management\/art-20045434<\/a><\/li>\n<\/ol>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Hipertensi sering disebut sebagai silent killer karena banyak orang tidak menyadari dirinya memiliki tekanan darah tinggi. Penyakit ini sering kali tidak menimbulkan gejala yang jelas, sehingga kerap disepelekan. Padahal, ketika hipertensi mulai mempengaruhi organ-organ penting seperti jantung, ginjal, atau otak hingga menyebabkan komplikasi, barulah banyak orang sadar betapa seriusnya kondisi ini. Salah satu hal yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2650,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[13],"tags":[49,25,51,30,50],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v20.12 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Sering Marah-marah Bisa Bikin Hipertensi? - HJ Generik<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Hipertensi dikenal sebagai silent killer karena sering tidak menunjukkan tanda yang jelas. Salah satu penyebab Hipertensi yang masih banyak dipercaya adalah kebiasaan marah-marah. Tapi apakah hal tersebut benar secara ilmiah?\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"http:\/\/www.hexpharmjaya.com\/generik\/sering-marah-marah-bisa-bikin-hipertensi\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Sering Marah-marah Bisa Bikin Hipertensi? - HJ Generik\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Hipertensi dikenal sebagai silent killer karena sering tidak menunjukkan tanda yang jelas. Salah satu penyebab Hipertensi yang masih banyak dipercaya adalah kebiasaan marah-marah. Tapi apakah hal tersebut benar secara ilmiah?\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"http:\/\/www.hexpharmjaya.com\/generik\/sering-marah-marah-bisa-bikin-hipertensi\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"HJ Generik\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-05-26T06:52:32+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"http:\/\/www.hexpharmjaya.com\/generik\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Sering-Marah-Tanda-Hipertensi.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"972\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"694\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin1\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin1\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"http:\/\/www.hexpharmjaya.com\/generik\/sering-marah-marah-bisa-bikin-hipertensi\/\",\"url\":\"http:\/\/www.hexpharmjaya.com\/generik\/sering-marah-marah-bisa-bikin-hipertensi\/\",\"name\":\"Sering Marah-marah Bisa Bikin Hipertensi? - HJ Generik\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"http:\/\/www.hexpharmjaya.com\/generik\/#website\"},\"datePublished\":\"2026-05-26T06:52:32+00:00\",\"dateModified\":\"2026-05-26T06:52:32+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"http:\/\/www.hexpharmjaya.com\/generik\/#\/schema\/person\/3cd02dcad4a9b0dee0ab79e7160f8a31\"},\"description\":\"Hipertensi dikenal sebagai silent killer karena sering tidak menunjukkan tanda yang jelas. Salah satu penyebab Hipertensi yang masih banyak dipercaya adalah kebiasaan marah-marah. Tapi apakah hal tersebut benar secara ilmiah?\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"http:\/\/www.hexpharmjaya.com\/generik\/sering-marah-marah-bisa-bikin-hipertensi\/\"]}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"http:\/\/www.hexpharmjaya.com\/generik\/#website\",\"url\":\"http:\/\/www.hexpharmjaya.com\/generik\/\",\"name\":\"HJ Generik\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"http:\/\/www.hexpharmjaya.com\/generik\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"http:\/\/www.hexpharmjaya.com\/generik\/#\/schema\/person\/3cd02dcad4a9b0dee0ab79e7160f8a31\",\"name\":\"admin1\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"http:\/\/www.hexpharmjaya.com\/generik\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/0.gravatar.com\/avatar\/c23d8758b5ef75e0e2b3840e9a481ca4?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"http:\/\/0.gravatar.com\/avatar\/c23d8758b5ef75e0e2b3840e9a481ca4?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin1\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/hexpharmjaya.com\/generik\"],\"url\":\"http:\/\/www.hexpharmjaya.com\/generik\/author\/admin1\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Sering Marah-marah Bisa Bikin Hipertensi? - HJ Generik","description":"Hipertensi dikenal sebagai silent killer karena sering tidak menunjukkan tanda yang jelas. Salah satu penyebab Hipertensi yang masih banyak dipercaya adalah kebiasaan marah-marah. Tapi apakah hal tersebut benar secara ilmiah?","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"http:\/\/www.hexpharmjaya.com\/generik\/sering-marah-marah-bisa-bikin-hipertensi\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Sering Marah-marah Bisa Bikin Hipertensi? - HJ Generik","og_description":"Hipertensi dikenal sebagai silent killer karena sering tidak menunjukkan tanda yang jelas. Salah satu penyebab Hipertensi yang masih banyak dipercaya adalah kebiasaan marah-marah. Tapi apakah hal tersebut benar secara ilmiah?","og_url":"http:\/\/www.hexpharmjaya.com\/generik\/sering-marah-marah-bisa-bikin-hipertensi\/","og_site_name":"HJ Generik","article_published_time":"2026-05-26T06:52:32+00:00","og_image":[{"width":972,"height":694,"url":"http:\/\/www.hexpharmjaya.com\/generik\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Sering-Marah-Tanda-Hipertensi.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin1","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"admin1","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"http:\/\/www.hexpharmjaya.com\/generik\/sering-marah-marah-bisa-bikin-hipertensi\/","url":"http:\/\/www.hexpharmjaya.com\/generik\/sering-marah-marah-bisa-bikin-hipertensi\/","name":"Sering Marah-marah Bisa Bikin Hipertensi? - HJ Generik","isPartOf":{"@id":"http:\/\/www.hexpharmjaya.com\/generik\/#website"},"datePublished":"2026-05-26T06:52:32+00:00","dateModified":"2026-05-26T06:52:32+00:00","author":{"@id":"http:\/\/www.hexpharmjaya.com\/generik\/#\/schema\/person\/3cd02dcad4a9b0dee0ab79e7160f8a31"},"description":"Hipertensi dikenal sebagai silent killer karena sering tidak menunjukkan tanda yang jelas. Salah satu penyebab Hipertensi yang masih banyak dipercaya adalah kebiasaan marah-marah. Tapi apakah hal tersebut benar secara ilmiah?","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["http:\/\/www.hexpharmjaya.com\/generik\/sering-marah-marah-bisa-bikin-hipertensi\/"]}]},{"@type":"WebSite","@id":"http:\/\/www.hexpharmjaya.com\/generik\/#website","url":"http:\/\/www.hexpharmjaya.com\/generik\/","name":"HJ Generik","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"http:\/\/www.hexpharmjaya.com\/generik\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"http:\/\/www.hexpharmjaya.com\/generik\/#\/schema\/person\/3cd02dcad4a9b0dee0ab79e7160f8a31","name":"admin1","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"http:\/\/www.hexpharmjaya.com\/generik\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/0.gravatar.com\/avatar\/c23d8758b5ef75e0e2b3840e9a481ca4?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"http:\/\/0.gravatar.com\/avatar\/c23d8758b5ef75e0e2b3840e9a481ca4?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin1"},"sameAs":["https:\/\/hexpharmjaya.com\/generik"],"url":"http:\/\/www.hexpharmjaya.com\/generik\/author\/admin1\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"http:\/\/www.hexpharmjaya.com\/generik\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2638"}],"collection":[{"href":"http:\/\/www.hexpharmjaya.com\/generik\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/www.hexpharmjaya.com\/generik\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/www.hexpharmjaya.com\/generik\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/www.hexpharmjaya.com\/generik\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2638"}],"version-history":[{"count":4,"href":"http:\/\/www.hexpharmjaya.com\/generik\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2638\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2644,"href":"http:\/\/www.hexpharmjaya.com\/generik\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2638\/revisions\/2644"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/www.hexpharmjaya.com\/generik\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2650"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/www.hexpharmjaya.com\/generik\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2638"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/www.hexpharmjaya.com\/generik\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2638"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/www.hexpharmjaya.com\/generik\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2638"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}