Ketik pencarian yang Anda inginkan

Inovasi Dalam Masa Pendemi Corona Virus Disease


Pandemi COVID-19 sudah mengubah cara hidup manusia dalam beberapa bulan sejak kemunculannya. Berbagai upaya dan kebijakan telah diambil oleh pemerintah dari negara-negara yang terkena COVID-19 untuk dapat memutus rantai penyebaran virus ini. Mulai dari sosialisasi, penerapan social distancing, diberlakukannya “Pembatasan Sosial Bersekala Besar” yang mana membatasi perjalanan, karantina, penundaan dan pembatalan acara, serta penutupan fasilitas, penutupan perbatasan negara atau pembatasan penumpang yang masuk di bandara dan stasiun kereta, serta informasi perjalanan mengenai daerah dengan transmisi lokal hingga penetapan peraturan perundang-undangan.

Aturan pemerintah tersebut membuat perubahan cara hidup, menyebabkan kita sekarang belajar dan bekerja dari rumah, penggunaan masker menjadi atribut yang harus ada dalam berbusana. Tempat-tempat cuci tangan sekarang menjadi lebih mudah ditemukan dan masih banyak lagi perubahan-perubahan lainnya. Perubahan-perubahan tersebut sebagai bentuk adaptasi manusia pada kondisi hidupnya.

Inovasi Akibat Wabah
Dalam sejarah ribuan tahun peradaban manusia, sudah berulang kali menghadapi pandemi. Beberapa wabah / pandemi yang menjadi paling dikenang karena jumlah korbannya yang mencapai jutaan. Berikut perubahan masyarakat dari wabah / pandemi di masa lalu :

Black Death (tahun 1665-1666) Diperkirakan 60 persen populasi Eropa meninggal akibat wabah itu. Penyakit ini menewaskan begitu banyak orang sehingga menimbulkan kesadaran bagi para manusia yang selamat untuk meningkatkan standar hidupnya dan terciptalah konsep kota masa depan yang lebih aman.

Cacar (Abad 10-17) Wabah ini membuka jalan bagi penjajahan Amerika dimana mereka mengeksploitasi kekayaan mineral dari "Dunia Baru" dalam bentuk emas dan perak dan hal tersebut menyebabkan terjadinya revolusi harga yang mengubah bagaimana uang itu dinilai.

Kolera (tahun 1817-1854) Membuat Inggris melakukan perbaikan pada sistem sanitasi kota dan memperketat aturan suplai air karena wabah ini.

Flu Spanyol (tahun 1918) Diperkirakan bermula dari bagian Eropa barat atau tengah, sebelum muncul di Spanyol. Penyakit ini mendapat nama “Spanyol” karena di negara tersebutlah penyakit ini mendapat perhatian. Wabah flu Spanyol ini menginfeksi sekitar 500 juta dan membunuh sekitar 50 juta orang di seluruh dunia. Tetapi pemerintah pada saat itu meremehkan atau bahkan menyangkal keseriusannya. Wabah ini membuat mereka kecewa pada pengetahuan dan berpaling ke pengobatan tradisional. Berbeda dengan negara-negara yang tidak terlalu menggunakan metode saintifik, dampaknya justru kebalikannya. China menjadi sangat ilmiah, memberikan pelayanan kesehatan publik dan pengawasan penyakit yang lebih baik, serta pengumpulan data kesehatan yang lebih terorganisir.

SARS (tahun 2002 – 2003) Wabah ini meningkatkan kesadaran manusia tentang pencegahan penularan virus. Pemerintah Hong Kong membersihkan permukaan-permukaan di ruang publik secara teratur dan penggunaan masker menjadi hal yang umum di jalanan. Tidak mengherankan jika penanganan Covid-19 di Hong Kong lebih maksimal karena kesadaran warga yang sudah terbangun dari wabah-wabah sebelumnya. Hal yang sama juga terjadi di Taiwan dan kawasan Asia timur lainnya.

Flu Babi (tahun 2010) Telah mengekspos kerentanan sistem perawatan kesehatan negara terhadap wabah yang bergerak cepat.

Karena wabah-wabah tersebut timbullah perubahan-perubahan yang bertujuan agar manusia yang selamat dapat hidup dengan lebih baik lagi. Perubahan-perubahan yang terjadi karena wabah menghasilkan inovasi-inovasi baru di tengah pandemi. Beberapa sumber beranggapan karena pada saat manusia terkurung ia cenderung lebih fokus, sehingga banyak inovasi yang muncul.

Berikut inovasi-inovasi baru yang muncul di tengah PSBB akibat Covid-19, dimana sejumlah insan kreatif berkarya untuk menjawab kebutuhan dan tantangan agar manusia dapat hidup lebih baik. Berikut beberapa contoh inovasi yang dihasilkan karena wabah COVID-19 :

1. Robot AI untuk identifikasi pergerakan virus dan kembangkan vaksin
Proses identifikasi dan deteksi pergerakan virus merupakan hal penting untuk bisa mengurangi laju penyebarannya. Caranya adalah dengan memanfaatkan informasi yang berserak di jejaring sosial maupun pernyataan resmi pemerintah. Bluedot, perusahaan yang menciptakan robot berbasis artificial intelligence (AI) untuk dapat melakukannya di Wuhan, Cina. Dengan kecerdasan buatan robot ini, berhasil mendeteksi keberadaan virus beberapa hari sebelum adanya konfirmasi langsung dari negeri tirai bamboo tersebut. Pengembangan teknologi AI juga dilakukan untuk mendeteksi penyakit. Caranya adalah dengan memanfaatkan big data dan riwayat pasien.Hal itu merupakan buah cipta dari Infervision yang berkolaborasi dengan Alibaba. Selain itu, AI juga digunakan untuk membuat formulasi yang tepat guna menciptakan vaksin novel corona. Caranya adalah kecerdasan buatan tersebut digunakan untuk membuat model, menghitung peluang hingga mempersempit waktu uji coba.

2. Helm pembaca suhu tubuh
Menyandang predikat sebagai negara asal virus membuat Cina melakukan banyak menghadirkan terobosan di bidang teknologi. “Helm Pembaca Suhu Tubuh merupakan teknologi infra merah dan juga sistem virtual reality. Petugas yang berada di lapangan bisa melihat suhu tubuh setiap orang yang lewat. Jika ada yang berada di atas suhu rata-rata, maka petugas bisa langsung melakukan tindakan untuk mencegah penyebaran.

3. Cincin pendeteksi suhu tubuh
Bagi para pekerja medis yang bekerja di garis depan dalam aktivitasnya melawan novel corona dibekali oleh Cincin canggih yang bisa mendeteksi suhu tubuh. Cincin tersebut juga bisa digunakan secara terus menerus untuk memantau pola tidur, denyut jantung dan tingkat aktivitas harian. Melalui cincin canggih ini, proses isolasi diri dapat dilakukan secara lebih cepat. Karena begitu kamu merasa kurang sehat, lalu suhu tubuh meningkat dan muncul juga beberapa gejala yang mengarah ke infeksi Covid-19, akan terdeteksi di cincin tersebut.

4. Drone pemantau suhu
Drone yang dimodifikasi untuk bisa membaca suhu tubuh di jalan juga digunakan Cina. Drone tersebut di terbangkan di pusat keramaian untuk membaca citra panas dari pantauan udara. Selain itu, salah satu inovasi di bidang kesehatan tersebut juga difungsikan untuk mengangkut sample medis dari dan ke rumah sakit. Jadi tidak ada kontak langsung yang terjadi.

Hukum Saat Pandemi COVID-19
Selama masa Pandemi COVID-19 banyak negara telah mengeluarkan aturan-aturan yang wajib dipatuhi oleh setiap orang. Di Indonesia sendiri dalam upaya penanggulangan wabah COVID-19 ini, pemerintah telah menerbitkan beberapa regulasi untuk mendukung keberadaan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana yang menetapkan wabah penyakit sebagai salah satu bencana non-alam yang perlu dikelola potensi ancamannya. Atas regulasi-regulasi tersebut maka upaya-upaya yang saat ini dilakukan adalah :

a. Kebijakan Physical Distancing yang sejauh ini sangat efektif dalam menghambat penyebaran virus/penyakit, yakni dengan mencegah orang sakit melakukan kontak dekat dengan orang-orang untuk mencegah penularan.
b. Perlindungan bagi Tenaga Kesehatan sebagai Garda Depan Tenaga kesehatan berdiri di garda depan dalam mencegah bertambahnya jumlah infeksi sehingga pemerintah perlu menjamin perlindungan dan keselamatan kerja bagi tenaga medis dalam upaya penanganan Covid-19. Seperti penambahan jumlah rumah sakit rujukan, pemenuhan kebutuhan primer setiap tenaga kesehatan, penyediaan Alat Pelindung Diri (APD), kemudian penentuan skala prioritas pemberian APD.
c. Pembatasan Sosial Berskala Besar Kewenangan Pembatasan Sosial Bersekala besar berdasarkan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan merupakan wewenang absolut Pemerintah Pusat. Dalam Pasal 1 Angka 1 dinyatakan bahwa “kekarantinaan kesehatan dilakukan untuk mencegah dan menangkal keluar atau masuknya penyakit dan/atau faktor risiko kesehatan masyrakat yang berpotensi menimbulkan kedaruratan kesehatan masyarakat.” Maka dari itu jika ada pemerintah daerah yang merasa daerahnya memiliki situasi kedaruratan dan hendak melakukan lockdown, tentunya hal ini inkonstitusional dan perlu adanya konsul dari kepala daerah dengan pemerintah pusat sebelum mengambil kebijakan terkait.
d. Kemudian atas kondisi darurat penyebaran Covid 19, pemerintah kemudian menetapkan Peraturan Pemerintah No. 21 Tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar dalam rangka Percepatan Penanganan Covid-19.

Hubungan Inovasi Akibat Wabah dan Hukum
Hubungan antara inovasi dengan hukum sangatlah erat. Mengapa ? Karena inovasi sebagai untuk meningkatkan hidup manusia yang selamat dari pandemic agar menjadi lebih baik pasti dilakukan dengan berpegang pada aturan-aturan yang telah ditetapkan. Selain itu inovasi-inovasi yang dihasilkan merupakan kekayaan intelektual yang timbul atau lahir dari kemampuan intelektual manusia (dapat berupa karya-karya di bidang teknologi, ilmu pengetahuan, seni dan sastra). Inovasi-inovasi yang dilahirkan atau dihasilkan atas kemampuan intelektual manusia sewajarnya diamankan dengan perlindungan hukum atas kekayaan. Perlindungan tersebut dengan menggunakan instrumen-instrumen hukum yang ada, yakni Hak Cipta, Paten, Merek, Design Industri, dll.

Mariaca – BE HJ

Disalin dari berbagai sumber