Ketik pencarian yang Anda inginkan

Kenali Hipertensi

Tekanan darah tinggi atau hipertensi adalah kondisi kronis di mana tekanan darah meningkat. Hipertensi dapat terjadi selama bertahun-tahun tanpa disadari oleh penderitanya. Sayangnya, hipertensi memiliki gejala yang samar sehingga jarang ketahuan sampai mencapai tekanan yang sangat tinggi, biasanya 180/110 mmHg. Secara umum, gejala tekanan darah meninggi adalah pusing terus-menerus selama beberapa hari, mual, lelah, pandangan tak jelas, hingga mimisan, sesak napas, dan denyut jantung tak teratur. Apabila Anda mengalami gejala tersebut ,sebaiknya Anda segera memeriksakan diri ke dokter.


Penyebabnya menumpuknya lemak (plak) yang terjadi di lapisan dinding arteri yang mengakibatkan menyempitnya dinding pembuluh darah sehingga aliran darah berkurang. Kondisi ini dapat menyebabkan pengentalan darah yang akhirnya menjadi gumpalan (thrombus) dan dapat menyumbat Bahaya darah tinggi sangat mengerikan bagi nyawa seseorang karena akibat yang ditimbulkan oleh darah tinggi sangat tinggi risikonya pada kematian. Tidak heran ia termasuk dalam salah satu penyakit paling mematikan di dunia.



Berikut ini adalah beberapa bahaya yang dapat ditimbulkan kerana darah tinggi atau hipertensi :

1.Stroke

Beberapa kasus stroke yang terjadi merupakan kasus yang dipicu oleh hipertensi pada penderitanya. Maka dari itu, ketika anda menyadari tekanan darah anda yang tinggi, ada baiknya anda menjaga pola makan dan menjaga pikiran agar tidak mudah mengalami gejala hipertensi, sehingga dapat mengurangi resiko terserang stroke

2. Retinopati Hipertensif

Tekanan darah tinggi dapat menyebabkan terjadinya gangguan dan kelainan pada mata, yang dikenal dengan istilah retinopati hipertensi. Retinopati hipertensi merupakan suatu kondisi dimana tekanan darah tinggi dapat merusak pembuluh darah kecil yang berada pada mat, dan dapat merusak syaraf mata anda. Itu artinya anda pun memiliki resiko mengalami kebutaan apabila anda memiliki penyakit hipertensi.

3. Gangguan pada ginjal
Salah satu dampak buruk dari hipertensi, terutama pada hipertensi yang tidak terkontrol adalah munculnya berbagai gangguan pad ginjal. Gangguan pada ginjal ini yang paling sering terjadi adalah gagal ginjal, yang menimbulkan gejala-gejala seperti :

- Sulit buang air kecil dan air besar
- Intensitas buang air kecil dan besar yang sering, namun hanya sedikit (sering buang air kecil)
- Rasa sakit pada bagian perut
- Keluarnya darah ketika buang air kecil dan besar

4.Serangan jantung
Salah satu dampak buruk yang muncul dari komplikasi penyakit darah tinggi atau hipertensi adalah munculnya serangan jantung. Tkanan darah yang tinggi pada pembuluh darah akan menimbulkan kelainan pada jantung, yang akan menimbulkan serangan jantung pada tubuh anda. lebih parah lagi, hal ini akan menimbulkan gagal jantung dan juga rusaknya sel-sel jantung anda.

Tidak hanya tekanan darah rendah yang dapat meyebabkan kelelahan pada tubuh. Hipertensi pun demikian, dapat menyebabkan tubuh menjadi lelah, dan membuat tubuh menjadi tidak memiliki semangat untuk beraktivitas.

Berdasarkan data WHO, tahun 2011 lalu, diperkirakan hipertensi diderita oleh 1 miliar manusia di seluruh dunia. Sedangkan di Indonesia, sekitar 31,7?ri total penduduk menderita hipertensi pada 5 tahun terakhir (data Riset Kesehatan Dasar Kemenkes RI 2007). Ini artinya, sepertiga orang dewasa Indonesia menderita hipertensi. Hipertensi bukan penyakit main-main, ia berisiko tinggi sebagai penyebab 51?ri kematian akibat stroke, dan 45?ri jantung koroner.

Pencegahan
Pengecekan kesehatan menyeluruh secara berkala sebaiknya dilakukan setelah memasuki usia 40 tahun, terutama bagi yang memiliki riwayat keturunan hipertensi. Pengecekan berkala ini penting karena gejala hipertensi umumnya tidak disadari penderita sampai pada tahap yang sudah lanjut.

Jika ketahuan ada yang tidak beres pada tubuh Anda, misalnya tekanan darah di atas normal, maka bisa dilakukan perbaikan sedini mungkin dengan pemberian obat antihipertensi atau tuntunan perbaikan pola makan yang sehat.


Jika tekanan darah Anda hanya sekitar 160/100 mm Hg atau kurang, kondisi ini masih dapat diperbaiki lewat perubahan gaya hidup, misalnya berhenti merokok dan minum minuman beralkohol, makan seimbang, menurunkan berat badan berlebih, diet rendah garam dan rendah lemak, memperbanyak konsumsi sayur dan gandum, serta membatasi konsumsi kafein dan berolahraga rutin selama 30 menit sehari. Khusus bagi pengidap diabetes, penting untuk mengontrol kadar gula darahnya.

Adapun pilihan olahraga yang baik bagi penderita hipertensi, adalah jenis olahraga yang memiliki ritme pacu jantung teratur, seperti renang, jogging, atau bersepeda. Bagi yang sudah telanjur menderita hipertensi, mengukur tekanan darah secara rutin serta teratur minum obat sesuai anjuran dokter penting untuk mengontrol lonjakan tekanan darah.