Ketik pencarian yang Anda inginkan

MENGASAH KAPAK DI LIMPAKUWUS



Mengasah Kapak Di Limpakuwus "Jika saya punya waktu 6 jam untuk menebang pohon, saya akan menghabiskan 1 jam pertama untuk mengasah kapak yang saya punya"(Abraham Lincoln) Syahdan, ada seorang penebang kayu yang memiliki kemampuan menebang yang luar biasa. Ia bekerja dengan penuh semangat. Bahkan tak jarang pulang hingga menjelang malam. Hasilnya pun sungguh luar biasa. Dalam sehari ia bisa menebang hingga 10 batang pohon. Hasil itu konsisten selama tiga bulan pertama.

Memasuki bulan berikutnya, ia heran karena hanya berhasil menebang 8 batang pohon. Ia coba bekerja lebih keras lagi. Berangkat lebih pagi, pulang lebih malam. Hasilnya sama saja, hanya 8 batang pohon sehari. Bulan berikutkan ia coba lebih keras lagi. Berangkat dini hari, pulang hampir tengah malam. Ajaibnya, hasil tebangnya bukannya bertambah tapi malah menurun. Hanya 6 batang pohon perhari.

Dengan tertunduk lesu ia ceritakan masalah ini kepada istri tercinta. Setelah menyimak keluh kesah sang suami, lalu sang istri bertanya : "Kapan terakhir kakanda mengasah kapak ?" Pertanyaan sederhana ini menyadarkan sang penebang pohon. Ia terlalu sibuk dengan pekerjaannya, sampai lupa mengasah kapaknya.

Nah, seringkali kita sebagai seorang karyawan tanpa sadar terjebak pada pola yang sama. Dari pagi sampai sore atau bahkan hari minggupun dilakukan untuk bekerja. Sehingga melupakan satu sisi yang penting yaitu melakukan jeda, beristirahat sambil mengasah kapak (kemampuan)nya.

Hal ini dialami oleh tim kami di Purwokerto. Pencapaian yang cukup baik sampai dengan YTD Juni 2019, terhempas di awal TW 3 (bulan Juli). Buru-buru kami evaluasi. Barangkali rekan-rekan terlalu lelah, pikirannya sudah jenuh sehingga membutuhkan jeda walau hanya sekedar relaks sejenak. Maka kami putuskan untuk rekreasi di sebuah kawasan hutan pinus di sekitar Purwokerto. Namanya Limpakuwus. Rekreasi dilaksanakan di awal bulan, setelah pekerjaan administrasi diselesaikan.

Hutan pinus Limpakuwus berada di Desa Limpakuwus, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas. Berjarak sekitar 15 km dari pusat kota Purwokerto dengan ketinggian 700 m dpl. Menikmati hutan pinus Limpakuwus seperti sedang memanen oksigen. Udaranya begitu segar. Angin semilir tak henti-hentinya menyapa kami. Hutan pinus di sini berusia rata-rata 30 tahun. Pemandangan yang sangat indah terhampar. Pohon-pohon pinus tumbuh tegak. Meski tersebar, tetapi letaknya sangat teratur.

Jangan dibayangkan rekreasi kami seperti wisata alam lainnya. Sederhana sekali. Cukup gelaran tikar. Meracik makanan sendiri : gado-gado. Lalu kami membuat rujak buah yang bahannya kami beli mendadak di Pasar Wage, dekat kantor. Bagi kami yang penting bisa melakukan kegiatan tersebut secara bersama-sama. Gelak tawa bebas sambil bercanda bagi kami sudah cukup mengademkan otak kami. Dan point penting dari semua itu adalah ketika kami melakukan 3 hal mendasar : evaluasi, sharing dan brainstorming.

Melakukan semua di alam bebas ternyata sangat menyenangkan. Mengevaluasi perjalanan sales, menggali problem di internal maupun eksternal dan mencari solusi dan langkah strategis atas semua itu dapat mengalir secara alami. Point-point penting untuk mencapai impian cabang serta problem solving yang kami rancang ternyata juga disambut baik oleh tim Pharma Enseval. Bahkan tim Pharma tidak-segan-segan memberikan bantuan data pada saat kami butuhkan. Misalnya membantu data apotek terkait SIPA Apotek yang telah dan akan ED.

Harapan kami semoga kegiatan ini bisa memberikan semangat baru. Mampu melihat apakah perjalanan tim kami sudah sesuai dengan impian dan cita-cita. Mampu melihat kelemahan-kelemahan baik secara tim maupun individu sehingga di bulan berikutnya kami mampu berlari untuk mencapai hasil yang terbaik, dengan perbaikan-perbaikan yang telah kami rencanakan, dan belajar dari keterpurukan masa lalu. Hasil jalan-jalan ini, kami sepakat untuk selalu berinovasi dan menjadi yang terbaik seperti value kita : Inovation is the key to our success dan Strive to be the best

Salam dari tim HJ Purwokerto : Bicara Kita Ngapak. Bekerja Kita Kompak (Bawor Ranger)