| Hepavax-Gene® |
| .: Zat Aktif :. |
| Hepatitis B surface antigent (recombinant) 20mcg |
| |
| .: Kemasan & No Reg :. |
- Hepavax-Gene® inj 10mcg/0,5 ml vial Reg. No DKI 9860500643A1
- Hepavax-Gene® inj 20mcg/1.0 ml vial Reg. No DKI 9860500643A1
- Hepavax-Gene® inj 100mcg/5.0 ml vial Reg. No DKI 9860500643A1
|
| |
| .: Deskripsi :. |
| Hepavax-Gene® adalah vaksin yang mengandung komponen virus yang tidak aktif dan tidak infeksius. Vaksin ini terbuat dari HbsAg yang diproduksi dalam sel ragi dengan menggunakan teknologi DNA rekombinan. Vaksin ini diproduksi melalui proses fermentasi dimana ragi akan dibiakkan dan memproduksi HbsAg dalam jumlah tinggi. Proses ini melalui proses isolasi, berlangsung stabil, bebas dari kuman dan tidak membutuhkan komponen serum. Sehingga dari keseluruhan proses akan didapatkan sistem kekebalan yang tinggi. |
| |
| .: Indikasi :. |
|
Hepavax-Gene® diindikasikan untuk imunisasi aktif guna mendapatkan perlindungan terhadap infeksi virus hepatitis B. Dapat diberikan untuk segala usia termasuk pada bayi-bayi yang baru dilahirkan. Indikasi sangat ditekankan pada bayi-bayi yang lahir dengan HbsAg positif. Dan golongan resiko tinggi terpapar virus hepatitis B, yaitu :
- Petugas kesehatan : dokter bedah, dokter gigi, perawat, paramedis di bagian hemodialisa, hematologi dan onkologi, petugas gawat darurat, staf ambulan.
- Petugas kesehatan yang bekerja di pusat-pusat kesehatan lain seperti petugas laboratorium yang menangani spesimen darah dan spesimen klinis lainnya, petugas bank darah, petugas kebersihan yang menangani limbah.
- Petugas atau penghuni suatu lembaga : orang yang sering kontak dengan kelompok beresiko tinggi seperti petugas dan penghuni lembaga pemasyarakatan.
- Pasien yang kerap melakukan transfusi darah, misalnya hemofilia, talasemia atau pasien-pasien dengan hemodialisis.
- Pengguna obat-obatan intravena, misal pada pengguna narkoba.
- Orang yang berganti-ganti pasangan seksual, orang dengan kasus penyakit seksual yang berulang, homoseksual.
- Pekerja seks bebas.
- Bayi dari ibu yang carrier virus hepatitis B.
- Turis yang melakukan perjalanan ke daerah endemik.
- Lain-lain : polisi, pemadam kebakaran, tentara dan setiap orang yang pekerjaan dan gaya hidupnya beresiko terpapar dengan virus hepatitis B.
|
| |
| .: Kontra Indikasi :. |
| Hipersensitif terhadap komponen-komponen dalam vaksin. Seperti layaknya imunisasi yang lain, Hepavax-Gene® tidak dianjurkan diberikan pada pasien dalam keadaan demam tinggi. |
| |
| .: Dosis :. |
| Pemberian secara intramuskular kecuali pada penderita yang rentan terhadap perdarahan diberikan secara subkutan. Pada dewasa pemberian suntikan di daerah otot deltoid sedangkan pada anak-anak di bagian paha anterolateral.
Vaksinasi diberikan dengan 3 dosis : Dosis 1 : Pada hari yang telah ditentukan Dosis 2 : 1 bulan kemudian Dosis 3 : 6 bulan setelah dosis 1
Vaksin harus dikocok sebelum digunakan.
Dosis vaksin yang diberikan pada setiap pemberian adalah :
| |
Formulasi |
Dosis 1 |
Dosis 2
|
Dosis 3
|
| Bayi baru lahir |
10 mcg/0,5mL |
0,5ml (10mcg) |
0,5ml (10mcg) |
0,5ml (10mcg) |
| Anak-anak (<=10 tahun) |
10 mcg/0,5mL |
0,5ml (10mcg) |
0,5ml (10mcg) |
0,5ml (10mcg) |
| Dewasa dan anak-anak yang lebih tua |
20 mcg/1mL |
1ml (20mcg) |
1ml (20mcg) |
1ml (20mcg) |
Revaksinasi : Vaksinasi hepatitis B ini memberikan perlindungan jangka panjang. Booster dianjurkan meskipun tidak mutlak untuk dilakukan.
Hepavax-Gene® dapat diberikan bersamaan dengan Hepatitis B imunoglobulin, namun diberikan pada tempat injeksi yang berbeda.
|
| |
| .: Efek Samping :. |
| Terutama bersifat lokal yaitu rasa sakit, bengkak dan kemerahan di tempat suntikan yang akan hilang dalam 2 hari. Efek samping lain yang dapat ditemukan adalah demam, sedangkan efek samping yang jarang ditemukan adalah sakit kepala, mual, menggigil, dan pegal yang berlebihan. |
| |
| .: Peringatan dan Perhatian :. |
- Walaupun tidak diketahui dengan pasti efek dari vaksin ini terhadap perkembangan janin pada wanita hamil dan apakah vaksin ini dapat diekskresi di ASI pada wanita menyusui, penggunaan vaksin ini tidak direkomendasikan. Meskipun demikian imunisasi tetap dapat dilakukan pada kasus ibu hamil dengan resiko tinggi.
- Hepavax-Gene® tidak memberi perlindungan untuk hepatitis A, C dan jenis hepatitis lainnya. Vaksin ini tidak efektif (tidak memberikan efek) pada penderita yang sebelum divaksinasi sudah mempunyai HbsAg positif.
- Pada pasien dengan hemodialisis, gangguan sistem imun dan pasien-pasien yang menerima transplantasi organ, respon imun yang maksimal tidak dapat dicapai secara optimal sehingga diperlukan pemberian vaksinasi ulangan bila kadar anti-HBs<10mlU/ml.
- Karena masa inkubasi hepatitis B yang lama, memungkinkan terjadi infeksi yang tidak terdeteksi pada saat vaksinasi. Pada keadaan tersebut vaksin hepatitis B tidak mencegah hepatitis B.
- Meskipun jarang terjadi, ephineprine harus selalu siap tersedia untuk penanganan reaksi anafilaksis.
|
| |
| .: Interaksi Obat :. |
| Tidak ada interaksi dengan vaksin-vaksin lain. Hepavax-Gene® dapat diberikan bersamaan dengan vaksin DPT (Dipteri Pertusis Tetanus) atau vaksin hidup poliovirus oral (OPV), tetapi harus diberikan di tempat yang berbeda dan menggunakan jarum yang berbeda. |
| |
| .: Lain-lain :. |
|
Penyimpanan:
Simpan pada suhu 2-8°C
Harus dengan resep dokter.
|