Ketik pencarian yang Anda inginkan

PT.Hexpharm Jaya bersama BPOM dan IAI mendukung gerakan "Ayo Buang Sampah Obat"

Masyarakat harus mengetahui pemahaman yang tepat tentang bagaimana cara membuang obat-obatan kadaluarsa, sudah tidak terpakai dan tidak dikonsumsi lagi.


Sebab apabila tidak ditangani dengan tepat, maka obat-obatan tersebut bisa disalahgunakan oleh pihak lain yang menemukan dan membahayakan kesehatan.

Untuk itu, Balai Besar POM (BPOM) Palembang bersama Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) didukung oleh PT Hexpharm Jaya (HJ) melaunching gerakan 'Ayo Buang Sampah Obat, Waspada Obat Ilegal', Minggu (1/9/2019).

Dalam mensukseskan kegiatan ini, PT Hexpharm Jaya telah menyediakan drop box di 100 apotek di kota Palembang sebagai tempat yang tepat bagi masyarakat untuk membuang sampah obat.

"Jadi masyarakat bisa membuang sampah obatnya ke apotek-apotek yang telah disediakan drop box,"ujar Regional Bisnis Manager (RBM) PT Hexpharm Jaya Sumsel, Haris Risnandar S.E saat ditemui di sela launcing bertempat di Kambang Iwak. Dikatakan Haris, PT Hexpharm Jaya secara konsisten menyediakan obat yang berkualitas dan berkhasiat bagi masyarakat. Hal itu sesuai dengan visi dan misi PT.Hexpharm Jaya guna turut mensukseskan program pemerintah untuk menuju masyarakat yang sehat."Kami juga mengedukasi masyarakat bagaimana memilih obat yang benar. Dimana prinsipnya dalam memilih obat harus HJ yang merupakan singkatan dari Harus J.E.L.I,"ujarnya.

"Sedangkan kepanjangan dari JELI adalah Jelas pabriknya mempunyai CPOB dan pabrik yg berpenagalaman. Efektif Khasiatnya setara dengan kualitas paten. Lihat kemasan yang baik informasi jelas seperti Kemasan Biru produk HJ dan Ingat bahwa membeli obat harus di tempat yang resmi untuk memastikan kualitas dan melindungi dari obat palsu,"paparnya.

Ketua IAI Muhammad Asrul M Kes Apt & GP Farmasi Bidang apotek, Bambang DA mengatakan, gerakan Ayo Buang Sampah Obat, Waspada Obat Ilegal merupakan gerakan yang selaras dengan program dari IAI. Yakni program Dagusibu(dapatkan gunakan simpan dan buang). "Kegiatan ini sebagai salah satu bentuk mensinergikan progam BPOM dan IAI,"ujarnya.

Sementara itu, Kepala Balai Besar POM di Palembang Dra Hardaningsih Apt MHSM mengatakan berbagai contoh kasus telah terjadi dari efek membuang sampah obat sembarangan. Seperti contoh kasus vaksin palsu dengan memanfaatkan kemasan vaksin lama yang pernah terjadi. Serta digantinya label obat oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab. "Maka dari itu, program ini benar-benar harus kita dukung. Karena bukan hanya obatnya saja yang harusj dimusnahkan, namun juga kemasannya untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,"ujarnya.