Ketik pencarian yang Anda inginkan

Siap Sediakan Solusi untuk Konsumen - Apotek Rawamangun



Apotek Rawamangun didirikan pada tahun 1963 di Jl. Kedondong No.10 Rawamangun, Jakarta Timur. Apotek yang tergolong sebagai salah satu apotek perintis di kawasan itu, didirikan oleh Yusuf Ilyas bersama istrinya. Apotek Rawamangun terletak tak jauh dari RS Persahabatan dan beberapa rumah sakit lain, hingga sering menjadi sasaran pasien atau keluarga pasien yang tengah mencari obat.

Menurut Kepala Asisten Apoteker Syaniar Sharif, Apotek Rawamangun mengalami perubahan manajamen berupa alih kelola untuk mendukung perkembangan sejak tahun 2000 silam. "Perkembangan Apotek Rawamangun sudah sangat banyak, termasuk kelengkapan obat dan konsumen yang semakin bertambah saat ini, "ujar Syaniar yang bergabung sejak tahun 1975.

"Tapi, kami tidak pernah membohongi pasien dengan mengganti obat seenaknya. Biasanya kami akan mencoba memberi saran dan meminta persetujuan. Jika memang masalahnya pada harga, kami bisa memberi saran untuk obat- obat generik yang lebih terjangkau. Yang penting konsumen merasa nyaman,"elas Syaniar.

Hal senada diungkapkan Inawati Lestari yang merupakan penanggungjawab di bagian pengadaan obat di Apotek Rawamangun. Ia mengaku, ada beberapa pasien yang kesulitan mencari obat tertentu hingga akhirnya sampai di Apotek Rawamangun.

"Saya akan beritahu bahwa kami akan usakan mencarikan obat tersebut. Nanti jika sudah tersedia, akan segera kami carikan. Biasanya konsumen mau menunggu karena memang mereka tidak bisa menemukan di tempat lain misalnya, obat-obat yang baru keluar dan belum banyak beredar,"jelas Inawati yang akrab disapa Ina.

Staf di Apotek Rawamangun juga selalu siap menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan obat yang dibeli konsumen. Syaniar mencontohkan, salah seorang konsumen yang akan membeli obat tetes mata. Konsumen sebelumnya sudah membeli di apotek lain, namun tidak mendapat penjelasan mengenai cara pakainya. “Ternyata instruksinya ditulis dalam bahasa Inggris, sehingga konsumen tidak mengerti. Disini kami jelaskan aturan pakainya secara detail dan diterjemahkan ke bahasa Indonesia,” katanya.

Guna meminimalisir kesalahan, apotek Rawamangun memberlakukan pengecekan ulang sebelum penyerahan obat pada konsumen. Apoteker yang bertugas mengambil atau mengerjakan obat, harus menyerahkan pada staf lain yang kemudian bertugas memberikan kepada konsumen setelah diperiksa kembali. “Kami lakukan sistem seperti ini supaya saling koreksi, agar tidak ada kesalahan,” papar Ina.

Totalitas pelayanan Apotek Rawamangun terhadap konsumen juga tidak tanggung-tanggung. Jika resep dirasa kurang jelas,maka pihak apotek tak segan untuk menghubungi rumah sakit atau langsungmenelepon dokter yang menulis resep. Hal itudilakukan demi menghindari kesalahan pemberian obat yang dapat membahayakan konsumen.

Selain melayani pasien yang datang, Apotek Rawamangun juga bersedia melayani melalui saluran telepon, BBM ataupun SMS. Jika obat tersedia, maka pesanan obat dapat diambil sendiri atau dapat diantar ke lokasi yang diminta konsumen. Hanya saja lokasi pengantaran terbatas hanya di sekitar Jakarta Timur.

Meski demikian, pihak Apotek Rawamangun tetap waspada terhadap permintaan beberapa obat jenis tertentu, misalnya obat penenang atau yang tergolong obat keras. Untuk obat-obat jenis itu, konsumen terlebih dulu diminta untuk menunjukkan resepnya. Jika masih belum terlalu yakin, maka konsumen akan diminta datang untuk memperlihatkan resep secara langsung untuk pengambilan obatnya. Demikian juga melayani konsumen yang ingin membeli obat yang seharusnya menggunakan resep dokter, umumnya disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

Jika ada keluhan dari konsumen, staf Apotek Rawamangun akan mendengarkannya dengan seksama untuk mencari solusi terbaik dari permasalahan tersebut. Salah satu yang kerap menjadi keluhan konsumen adalah belum tersedianya obat, karena masih dalam proses dari perusahaan atau suplier. “Kalau sudah begitu, kita dengarkan dan beri pengertian saja, itu prinsipnya,” ujarnya.

Selain menyediakan obat-obatan, pelayanan yang dapat diperoleh konsumen di Apotek Rawamangun antara lain pengukuran tekanan darah, gula darah, kolesterol, gliserin, asam urat dan lain-lain. Konsumen juga dapat bertanya-tanya lebih lanjut mengenai hasil pengukuran tersebut. Namun, bukan berarti diberikan obat sembarangan. Jika sudah melewati batas normal, maka konsumen disarankan untuk segera berkonsultasi ke dokter.

Prinsip Apotek Rawamangun yaitu berusaha menyediakan solusi bagi konsumen. Diupayakan setiap konsumen yang datang memperoleh obat sesuai kebutuhan.

Selain suasana kekeluargaan dengan konsumen, Apotek Rawamangun juga sangat memerhatikan kekompakan diantara seluruh staf yang berjumlah sekitar 20 orang. Hal itu bahkan disebut-sebut Syaniar sebagai salah satu kunci dari kesuksesan Apotek Rawamangun. Syaniar mengaku ia betah bekerja di Apotek Rawamangun hingga 40 tahun adalah karena suasana kekeluargaan yang kental. Tak hanya kompak saat bekerja, para staf sering makan siang bersama dengan bergantian membawa menu andalan. Setiap orang diberi giliiran untuk memasak dan membawa hidangan makan siang. 

Apotek Rawamangun juga senantiasa menjaga hubungan baik dengan perusahaan dan suplier. Ina mencontohkan, hubungan baik dengan PT Hexpharm Jaya Laboratories (HJ) yang sudah lama terjalin. Produk-produk dari HJ, baik obat bermerek maupun obat generik, menjadi salah satu yang terbukti ampuh dan dicari konsumen.

Syaniar mengungkapkan rencana Apotek Rawamangun di masa yang akan datang tidak muluk-muluk. Apotek Rawamangun berusaha lebih banyak lagi melayani anggota masyarakat sesuai kebutuhan dan tetap mengutamakan kenyamanan.

“Kami ingin melayani lebih baik lagi, menolong konsumen lebih banyak lagi dengan tetap menjaga kualitas,” pungkasnya mantap.